EmitenNews.com - Pemerintah Senin 12 Februari 2024 pekan depan akan kembali melakukan lelang delapan seri Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2024.
Direktorat Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), Kementerian Keuangan menetapkan target indikatif sebesar Rp24 triliun dari lelang ini, dengan target maksimal Rp36 triliun. Tanggal setelmen ditetapkan Kamis, 15 Februari 2024.
Pelaksanaan lelang dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.08/2019 tentang Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Domestik (PMK No. 168/PMK.08/2019). Adapun pokok-pokok terms & conditions SUN yang akan dilelang adalah sebagai berikut:
Kedelapan seri SUN yang akan dilelang pekan depan terdiri dari seri SPN03240515 (New Issuance), seri SPN12250213 (New Issuance), FR0101 (reopening), FR0100 (reopening), FR0098 (reopening), FR0097 (reopening), dan seri FR0102 (reopening).
1. SPN03240515 jatuh tempo pada tanggal 15 Mei 2024 tingkat kupon diskonto
2, SPN12250213 jatuh tempo pada tanggal 13 Februari 2025 tingkat kupon diskonto
3. FR0101 jatuh tempo pada tanggal 15 April 2029, dengan kupon 6,875%
4. FR0100 jatuh tempo pada tanggal 15 Februari 2034, dengan kupon 6,625%,
5. FR0098 jatuh tempo pada tanggal 15 Juni 2038, dengan kupon 7,1255
6. FR0097 jatuh tempo pada tanggal 15 Juni 2043, dengan kupon 7,125%, dan
7. FR0102 jatuh tempo pada tanggal 15 Juli 2054, dengan kupon 6,875%.
Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Lelang bersifat terbuka (open auction), menggunakan metode harga beragam (multiple price).
Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan. Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.
Pemerintah memiliki hak untuk menjual ketujuh seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan. SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp1 juta.(*)
Related News
10 Sektor Jadi Pendorong, IHSG Awal Pekan Tancap Gas ke 8.859,19
3 Emiten Asuransi Paling Terdampak POJK 23, Bakal Aksi Korporasi Baru?
Perkuat Strategi, Manulife Indonesia Gelar Mega Kick Off 2026
18 dari 19 Emiten Saham Asuransi Kompak Ngegas Hari Ini, Ada Apa?
Pupuk Kaltim Klaim Produksinya di 2025 Lampaui Target
Tambang Menggeliat, IHSG Tembus 8.804,84 di Sesi I





