Pemerintah PD Terapkan B50, Uji Coba Terhadap Alat Berat Sukses
:
0
Uji coba B50 telah berlangsung selama hampir enam bulan. Pengujiannya dilakukan terhadap alat berat, kapal, kereta api, truk, dan kendaraan lainnya. Dok. BPDP.
EmitenNews.com - Pemerintah percaya diri dalam menerapkan implementasi biodiesel 50, atau B50. Bukan apa-apa. Hasil uji coba B50, bahan bakar campuran minyak kelapa sawit (crude palm oil) sebesar 50 persen dengan solar itu, cukup baik.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan hal tersebut dalam keterangannya seperti dikutip Selasa (14/4/2026).
“Sampai dengan hari ini, uji cobanya alhamdulillah cukup baik,” ujar Bahlil Lahadalia.
Uji coba B50 telah berlangsung selama hampir enam bulan. Pengujiannya dilakukan terhadap alat berat, kapal, kereta api, truk, dan kendaraan lainnya.
Saat ini, menurut Menteri Bahlil, tahap uji coba masih berlangsung. “Tetapi, sebentar lagi akan final. Dan 1 Juli mulai diterapkan implementasi B50.”
Sebenarnya sejak dahulu pemerintah mengupayakan kehadiran energi alternatif, agar bisa melepaskan ketergantungan terhadap komoditas impor.
Kemudian, meletus gejolak geopolitik Timur Tengah, yang kini menyebabkan terjadinya krisis energi di tingkat dunia, harus dilihat sebagai sinyal penting. Melonjaknya harga minyak dunia akibat perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran itu, merupakan bukti kerentanan ketahanan energi suatu negara apabila bergantung terhadap impor.
Saat ini, pemerintah menerapkan mandatori B40. Implementasi kebijakan B40 mengurangi impor solar sebesar 3,3 juta kilo liter (kL) dan mengurangi emisi mencapai 38,88 juta ton CO2 ekuivalen.
Data Kementerian ESDM menyebutkan, pemanfaatan biodiesel domestik Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai 14,2 juta kilo Liter (kL). Itu berarti setara dengan 105,2 persen dari target Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ditetapkan sebesar 13,5 juta kL di tahun 2025.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan campuran kelapa sawit sebesar 50 persen terhadap bahan bakar seperti solar mulai diterapkan
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menargetkan campuran kelapa sawit sebesar 50 persen terhadap bahan bakar seperti solar mulai diterapkan pada tahun 2025. Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Senin (30/3/2026).
Prabowo mengatakan langkah tersebut akan menempatkan Indonesia pada posisi yang lebih aman dalam menghadapi ketidakpastian pasokan energi global.
Kemudian pada Selasa (31/3/2026), Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Indonesia akan memberlakukan kebijakan B50 mulai 1 Juli 2026 untuk menghemat subsidi senilai Rp48 triliun.
Bagusnya, Pertamina sudah siap mengimplementasikan kebijakan tersebut. Kebijakan penerapan B50, berpotensi mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) fosil sebanyak 4 juta kiloliter (KL) dalam satu tahun.
Kita berharap setelah uji coba selesai, dan penerapan pemakaian B50 sukses berjalan, ketergantungan kita terhadap energi fosil terus berkurang. ***
Related News
Kasus Kredit Sritex, Eks Dirut Bank Jateng Ini Minta Dibebaskan
Target Pemerintah, 1,4 Juta Warga Miskin Kerja di Kopdes
KPK Bongkar Modus Bupati Tulungagung Gatut Peras Kepala OPD
Kolaborasi dengan Malaysia, Bareskrim Ringkus Buron Narkoba The Doctor
Gubernur DKI Sebut Larangan Penggunaan Air Tanah Diterapkan Bertahap
Nadiem Ungkap Kerugian Rp2 Triliun dalam Kasusnya Hasil Rekayasa





