Pendapatan Bunga BVIC Naik Tipis, Laba Bersih 2025 Sentuh Rp131,74M
Kantor PT Bank Victoria International Tbk. (BVIC). Foto: BVIC.
EmitenNews.com - Pergerakan kinerja Bank Victoria International Tbk. (BVIC) sepanjang 2025 menunjukkan kontras yang menarik. Profit bersih masih bergerak naik, tetapi tekanan biaya operasional ikut menggerus hasil usaha pada level operasional.
Dalam laporan keuangan yang dirilis Rabu (11/3/2026), BVIC membukukan laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp131,74 miliar. Angka ini lebih tinggi 11,79 persen secara year on year (yoy) dibandingkan Rp117,85 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sumber utama pendapatan bank masih berasal dari bunga. Sepanjang 2025, pendapatan bunga bersih tercatat Rp558,71 miliar atau lebih besar 1,84 persen secara yoy dari Rp548,60 miliar pada 2024.
Kontributor lain datang dari pos pendapatan operasional lainnya yang mencapai Rp533,27 miliar. Nilai ini melompat 45,80 persen yoy dari Rp365,73 miliar. Namun, pada saat bersamaan, beban operasional lainnya ikut membengkak menjadi Rp870,02 miliar dari Rp621,36 miliar, atau melebar 40,02 persen yoy.
Dinamika tersebut membuat laba operasional BVIC menyusut ke Rp221,96 miliar dari Rp292,97 miliar pada tahun sebelumnya, atau terkoreksi 24,24 persen yoy.
Meski hasil usaha operasional menipis, tekanan dari pos non-operasional justru mereda. Beban non-operasional bersih tercatat Rp59,61 miliar, jauh lebih kecil dibanding Rp144,30 miliar pada tahun sebelumnya atau berkurang 58,69 persen yoy. Perubahan ini membuat laba sebelum pajak mencapai Rp162,35 miliar, lebih tinggi 9,21 persen yoy dari Rp148,66 miliar.
Adapun, laba bersih per saham dasar dan dilusian tercatat Rp7,15 per saham, lebih rendah 3,90 persen yoy dibanding Rp7,44 pada tahun sebelumnya.
Lalu dari sisi neraca keuangan, total aset BVIC mencapai Rp36,20 triliun hingga akhir 2025, atau lebih besar 16,62 persen yoy dibanding Rp31,04 triliun pada akhir 2024. Liabilitas tercatat Rp31,83 triliun, melebar 17,41 persen yoy dari Rp27,11 triliun, sedangkan ekuitas berada di Rp4,36 triliun atau lebih tinggi 10,94 persen yoy dari Rp3,93 triliun.
Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada perdagangan Rabu (11/3) saham BVIC tercatat menurun tipis 0,95 persen di posisi Rp104.
Related News
Dilusi 50 Persen! Rights Issue UANG Incar Dana Ekspansi & Bayar Utang
HAIS Setujui 30 Persen Laba untuk Dividen, Tebar Rp9,95 per Saham
PGN Targetkan Penyaluran Gas Naik 4 Persen Jadi 877 BBTUD Pada 2026
Grup Bakrie Perluas Kemitraan, BIPI dan ENRG Teken Kontrak Baru!
Indospring (INDS) Ungkap Transaksi Sewa-Menyewa Aset hingga Juni 2026
Pengendali VICI Ramaikan TRIN





