Pengendali Sering Lego Saham, Bos BMBL: Tidak Tahu
:
0
Salah satu tempat bimbingan belajar milik BMBL
EmitenNews.com - PT Lavender Bina Cendikia Tbk. (BMBL) menjelaskan surat dari Bursa Efek Indonesia (BEI) nomor S-12344/BEI.PP3/11-2024 tanggal 22 November 2024 terkait atas volatilitas transaksi efek.
Galih Pandekar Direktur Utama BMBL dalam keterangan tertulisnya (23/11) menuturkan bahwa Perseroan tidak mengetahui informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.
BMBL juga tidak mengetahui adanya informasi penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada public.
Galih juga menuturkan BMBL tidak mengetahui aktivitas dari pemegang saham tertentu sesuai diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.04/2017.
Emiten Bidang usaha Pendidikan Bimbingan Belajar dan Konseling Swasta tersebut menjawab tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat, termasuk rencana yang dapat berdampak pada pencatatan saham di Bursa (paling tidak dalam 3 bulan mendatang).
Galih juga menegaskan Tidak ada aktivitas transaksi dari pemegang saham utama Perseroan.
Perlu diketahui bahwa pengendali BMBL sering melakukan penjualan saham, yaitu Sentra Investa Maksima menjual 4.755.000 helai alias 4,75 juta saham BMBL pada 2-3 Oktober 2024. Transaksi penjualan terjadi dengan harga pelaksanaan Rp16 per saham.
Sebelumnya PT Sentra Investama Maksima menjual saham BMBL pada 13 dan 14 Mei 2024 sebanyak 27.455.000 lembar saham di harga Rp6-Rp7 per saham.
Sebelunya lagi Sentra Investama Maksima pernah menjual sahamnya sebanyak 5.000.000 lembar saham di harga Rp13 per saham pada tanggal 25 Maret 2024 dan sebanyak 13.727.900 lembar saham di harga Rp14 per saham pada tanggal 22 Maret 2024.
"Tujuan dari transaksi ini adalah untuk Likuiditas PT Sentra Investama Maksima dengan status kepemilkan saham langsung," tuturnya.
Related News
Atasi Kendala Overcapacity, SMGR Pacu Ekspor dan Transformasi Bisnis
Saham Produsen GT Man (RICY) Top Loser, Direksi Jual Habis Kepemilikan
Usai Jual Aset Rp65M, Lancartama Sejati (TAMA) Ungkap Diakuisisi DBS
WSKT Catat Kontrak Baru Rp3,1 Triliun, Kebut Bandara Timor Leste
RATU Bagi Dividen Rp122,17 Miliar, 46 Persen Laba 2025
Aktor hingga Keponakan Luhut Kompak Mundur usai RAAM Merugi Rp34M





