EmitenNews.com—Perusahaan pengelola wahana wisata milik BUMD Provinsi DKI Jakarta, PT pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) berhasil mengubah rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada kuartal III-2021 senilai Rp192,81 miliar menjadi laba Rp78,94 miliar per september 2022.


Merujuk data laporan keuangan PJAA yang di kutip Senin (114/11/2022), pendapatan usaha perseroan sepanjang sembilan bulan tahun ini melonjak 158,1 persen menjadi Rp630,40 miliar  dibandingkan kuartal III-2021 yang tercatat Rp244,21 miliar.


Sementara itu, seiring dengan lonjakan pendapatan usaha maka  beban pokok pendapatan dan beban langsung juga ikut terkerek naik menjadi Rp271,03 miliar dari sebelumnya Rp200,25 miliar.


Sebelumnya Eddy Prastyo Direktur PJAA mengatakan pengunjung Ancol sendiri saat ini masih 50 persen dibandingkan 2019. Untuk Dufan sudah mencapai 70 persen, karena untuk recovery yang paling cepat pulih dari dampak pandemi adalah Dufan. 


“Secara garis besar pintu masuk ancol masih 50-60 persen pengunjung, Untuk hingga akhir tahun Ancol masih mengikuti arahan dari PPKM Level 1 yang belum bisa fully capacity. Untuk weekend pengunjung Ancol sekitar 40-50 ribu pengunjung sedangkan di weekday di antara 10-20 ribu pengunjung,” kata Dia kepada EmitenNews.com


Namun, kinerja PJAA masih terkontrol dengan positif seiring pertumbuhan laba bruto yang naik 681,8 persen jai Rp343,15 miliar dari periode sama tahun sebelumnya yang tercatat hanya Rp43,86 miliar.


Sedangkan jumlah beban usaha PJAA juta tercatat naik jadi Rp162,43 miliar dari Rp87,16 miliar. Dengan itu maka laba usaha Ancol untuk periode 30 September 2022 terkumpul Rp180,71 miliar, sedangkan tahun lalu pos ini masih rugi Rp87,16 miliar.


Untuk beban pajak penghasilan PJAA selama sembilan bulan tertanggung Rp10,33 miliar atau turun dari sebelumnya Rp18,59 miliar,


Kinerja positif PJAA ikut mendongkrak laba per saham dasar perseroan jadi Rp49, berbalik arah dari rugi per saham dasar pada sembilan bulan pertama tahun 2021 yang rugi Rp121 per saham dasar.


Jumlah aset PJAA per 30 September 2022 terkumpul Rp3,94 triliun atau turun dari periode 31 Desember 2021 yang tercatat Rp4,42 triliun. Hal ini sejalan dengan penurunan liabilitas perseroan yang sisa Rp2,37 triliun dari sebelumnya Rp2,93 triliun, untuk ekuitas sendiri malah mengalami pertumbuhan jadi Rp1,57 triliun dari Rp1,49 triliun.