IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

IDXSHAGROW

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

IDXLQ45LCL

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KB Bukopin
Sinerco

Penjualan Ayam Pedaging Laris Manis, Laba Charoen (CPIN) Kuartal III-2022 Jadi Rp3,18 T

01/11/2022, 11:15 WIB

Penjualan Ayam Pedaging Laris Manis, Laba Charoen (CPIN) Kuartal III-2022 Jadi Rp3,18 T

EmitenNews.com - PT Charoen Pokphand (CPIN) sampai kuartal III-2022 mencatat penjualan Rp43,43 triliun. Meningkat 15,54 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp37,59 triliun. Itu ditopang penjualan ayam pedaging menyumbang Rp24,18 triliun, naik 27,18 persen dibanding edisi sama tahun lalu Rp19,01 triliun.


Segmen pakan ternak sebagai penyumbang terbesar kedua senilai Rp10,68 triliun, turun tipis 0,19 persen daripada edisi sama tahun lalu Rp10,70 triliun. Segmen anak ayam usia sehari alias day old chicken (DOC) juga turun menjadi Rp1,18 triliun, dari edisi sama tahun lalu Rp1,68 triliun. Lalu, penjualan ayam olahan naik 23,27 persen menjadi Rp6,27 triliun dari edisi sama tahun lalu Rp5,08 triliun.


Lompatan penjualan itu, diikuti peningkatan beban pokok penjualan menjadi Rp36,51 triliun dari periode sama tahun lalu Rp31,62 triliun. Itu ditopang pos bahan baku naik 15,10 persen menjadi Rp31,05 triliun. Beban bahan baku berada di angka Rp26,97 triliun. Laba kotor naik 16,01 persen menjadi Rp6,92 triliun dari edisi sama tahun lalu Rp5,96 triliun.


Laba periode berjalan dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih naik 19,05 persen menjadi  Rp3,18 triliun dari periode sama tahun lalu Rp2,67 triliun. Total aset naik 11,69 persen menjadi Rp39,59 triliun dari akhir 2021 sejumlah Rp35,44 triliun. Liabilitas meningkat menjadi Rp13,03 triliun dari edisi akhir 2021 sebesar Rp10,29 triliun. (*)



Author: J S