IDXINDUST

 0.23%

IDXINFRA

 0.60%

MNC36

 -0.62%

IDXCYCLIC

 -0.74%

IDXSMC-LIQ

 -0.41%

IDXHEALTH

 -0.47%

IDXTRANS

 -0.77%

IDXENERGY

 -0.59%

IDXMESBUMN

 -1.31%

IDXQ30

 -0.58%

IDXFINANCE

 -0.60%

INFOBANK15

 -0.56%

I-GRADE

 -0.75%

COMPOSITE

 -0.50%

IDXTECHNO

 -1.48%

IDXV30

 0.04%

ESGQKEHATI

 -0.66%

IDXNONCYC

 -0.44%

Investor33

 -0.64%

IDXSMC-COM

 -0.31%

IDXESGL

 -0.63%

IDXBASIC

 -1.38%

DBX

 -0.29%

IDX30

 -0.62%

IDXG30

 -0.69%

KOMPAS100

 -0.66%

ESGSKEHATI

 -0.73%

PEFINDO25

 -1.31%

MBX

 -0.54%

BISNIS-27

 -0.90%

ISSI

 -0.73%

IDXPROPERT

 1.21%

LQ45

 -0.62%

IDXBUMN20

 -0.78%

IDXHIDIV20

 -0.51%

JII

 -1.32%

IDX80

 -0.64%

JII70

 -0.99%

SRI-KEHATI

 -0.60%

SMinfra18

 -0.08%

mark dynamics indonesia
victoria sekuritas

Penjualan Drop, Laba Gudang Garam (GGRM) Tergerus 38,3 Persen di Kuartal I-2022

28/04/2022, 14:05 WIB

Penjualan Drop, Laba Gudang Garam (GGRM) Tergerus 38,3 Persen di Kuartal I-2022

EmitenNews.com - PT Gudang Garam Tbk (GGRM) hingga kuartal I-2022 mencatatkan laba bersih Rp1,076 triliun atau anjlok 38,37 persen dibandingkan periode sama tahun 2021 sebesar Rp1,746 triliun. Sehingga laba per saham dasar turun ke level Rp560, sedangkan akhir Maret 2021 berada di level Rp908.

 

Dalam laporan keuangan kuartal I 2022 GGRM yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia(BEI), Kamis(28/4) dijelaskan, pendapatan menyusut 1,5 persen menjadi Rp29,29 triliun Yakni dari penjualan rokok kretek mesin ke dalam negeri senilai Rp26,463 triliun, atau turun 1,3 persen dibandingkan kuartal I 2021 sebesar Rp26,838 triliun.

 

Selain itu, penjualan rokok kretek tangan ke dalam turun 6,27 persen menjadi Rp2,046 triliun. Demikian juga dengan penjualan rokok ke luar negeri turun 20,8 persen menjadi Rp346,9 miliar. Hanya penjualan kertas karton yang naik 20,2 persen menjadi Rp464, 54 miliar.

 

Beban pokok penjualan bengkak 1,04 persen menjadi Rp26,018 triliun, sehingga laba kotor turun 16,15 persen menjadi Rp3,272 triliun. Beban usaha yang bengkak 6,1 persen menjadi Rp1,902 triliun. Dampaknya, laba usaha anjlok 35,03 persen menjadi Rp1,467 triliun.

 

Sementara itu, aset menyusut 1,5 persen menjadi Rp88,541 triliun karena utang cukai,PPN dan pajak rokok turun 7,8 persen menjadi Rp14,831 triliun.





Author: K M