Penjualan Electrum Sumbang USD9,06 Juta ke Pendapatan TBS Energi Utama
:
0
Ilustrasi grafik kenaikan kinerja. DOK/EmitenNews.com
EmitenNews.com -Bisnis kendaraan listrik PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mulai menunjukkan perubahan fase. Setelah beberapa tahun membangun ekosistem, memperluas armada, dan menambah infrastruktur penukaran baterai, Electrum kini mulai mencatat pertumbuhan pendapatan yang lebih agresif sekaligus menunjukkan perbaikan profitabilitas.
Laporan keuangan TBS Semester I-2016 menunjukkan pendapatan dari penjualan dan penyewaan kendaraan listrik mencapai USD9,06 juta. Angka tersebut melonjak sekitar 184% dibandingkan USD3,19 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perkembangan yang lebih penting terlihat pada tingkat laba kotor. Dengan beban pokok penjualan dan penyewaan kendaraan listrik sekitar US$8,67 juta, bisnis EV membukukan laba kotor sekitar US$0,39 juta pada semester I-2026. Setahun sebelumnya, segmen tersebut masih berada dalam posisi rugi kotor sekitar USD0,45 juta.
Analis Pasar Modal Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis menilai perubahan tersebut menjadi indikator bahwa bisnis kendaraan listrik TOBA mulai bergerak dari tahap pembentukan ekosistem menuju fase monetisasi. “Pada bisnis seperti EV, pertumbuhan skala biasanya harus dibangun lebih dahulu sebelum profitabilitas mulai terlihat. Jadi yang menarik bukan hanya pertumbuhan pendapatannya yang tinggi, tetapi fakta bahwa gross profit sudah berbalik positif. Ini menunjukkan unit economics bisnis mulai bergerak ke arah yang lebih sehat,” ujar Abdul Azis.
Presesntasi perusahaan TBS juga mencatat adjusted EBITDA segmen EV telah berada di posisi positif sekitar USD0,5 juta pada semester I-2026. Kontribusinya memang masih relatif kecil dibandingkan bisnis pengelolaan limbah, tetapi perubahan dari fase investasi menuju kontribusi earnings menjadi perkembangan yang penting bagi perjalanan bisnis EV perseroan.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh semakin besarnya skala ekosistem Electrum. Hingga Juni 2026, jumlah kendaraan listrik roda dua dalam ekosistemnya telah mencapai 13.883 unit, naik dari sekitar 5.100 unit pada Juni 2025 atau tumbuh 172%.
Infrastruktur penukaran baterai juga berkembang menjadi 550 Battery Swapping Station (BSS) dari sekitar 320 unit setahun sebelumnya, atau meningkat 72%.
Tingginya utilisasi ekosistem terlihat dari aktivitas penukaran baterai yang telah melampaui 1,75 juta kali setiap bulan. Total jarak tempuh kendaraan dalam ekosistem Electrum juga telah mencapai sekitar 135,4 juta kilometer.
Seiring skala bisnis membesar, Electrum juga mulai memperluas jangkauan kolaborasinya. Selain memanfaatkan sinergi dengan ekosistem GoTo sebagai salah satu fondasi pengembangan bisnis, Electrum telah menjalin kerja sama dengan Grab Electric dalam upaya memperluas adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Langkah tersebut melengkapi kolaborasi Electrum dengan berbagai mitra strategis dalam pengembangan ekosistem EV.
Menurut Abdul Azis, perluasan kolaborasi dapat menjadi tahapan penting ketika skala ekosistem mulai meningkat. Sinergi dengan pemegang saham strategis tetap menjadi kekuatan awal Electrum. Namun, ketika basis pengguna dan mitra semakin luas, peluang untuk meningkatkan utilisasi kendaraan maupun battery swapping station ikut bertambah.
“Pada akhirnya, utilisasi yang lebih tinggi dapat memperbesar recurring revenue yang dihasilkan ekosistem,” katanya.
Selain penjualan langsung, Electrum mengembangkan model rent-to-own (RTO) sebagai salah satu strategi untuk memperluas penetrasi kendaraan listrik. Hingga semester I-2026, jumlah kendaraan dalam skema tersebut telah melampaui 2.500 unit.
Model ini membuka jalur monetisasi yang berbeda dibandingkan penjualan kendaraan secara langsung. Dengan skema penggunaan kendaraan yang terhubung dengan battery subscription dan jaringan penukaran baterai, pertumbuhan jumlah pengguna berpotensi meningkatkan aktivitas transaksi berulang dalam ekosistem.
Related News
Pernyataan Efektif OJK Belum Turun, Perusahaan Milik UGM Ini Tunda IPO
Tambah Porsi, Cakra Bhakti Kini Kuasai 57,68% Saham Steel Pipe (ISSP)
Cemindo Gemilang (CMNT) Umumkan Perubahan Pengurus Anak Usaha KPN
PGJO Kemas Pendapatan Meroket hingga Cetak Laba, Sahamnya Ikut ARA!
DEWI Rilis Lapkeu H126 Kemas Penjualan Naik, Ditopang Karkas
Harga Premium, Sosok Ini Borong 56,5 Juta Saham DYAN Senilai Rp13M





