Penjualan Ritel Jepang Tumbuh 5,3 Persen, Tertinggi Sejak 2023
:
0
Penjualan ritel di Jepang mencatat pertumbuhan sebesar 5,3 persen secara tahunan (year-on-year) pada Mei 2026. (Foto: Nippon.com)
EmitenNews.com - Penjualan ritel di Jepang mencatat pertumbuhan sebesar 5,3 persen secara tahunan (year-on-year) pada Mei 2026. Angka ini menunjukkan percepatan yang signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 2,8 persen setelah direvisi naik, sekaligus melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan sebesar 3,2 persen.
Berdasarkan data Trading Economics pencapaian ini menjadi pertumbuhan tertinggi bagi sektor ritel Jepang sejak November 2023. Lonjakan performa ini didukung oleh berbagai langkah strategis pemerintah, termasuk paket stimulus yang dirancang khusus untuk mendorong konsumsi masyarakat serta meredakan tekanan harga di pasar.
Pertumbuhan penjualan ritel pada Mei 2026 didorong oleh beberapa sektor utama. Sektor otomotif mencatat kenaikan tertinggi sebesar 23,7 persen, diikuti oleh sektor mesin dan peralatan sebesar 14,5 persen. Sektor barang eceran lainnya tumbuh sebesar 8,9 persen, disusul toko serba ada (department store) sebesar 6,9 persen, produk farmasi dan kosmetik sebesar 2,8 persen, serta sektor makanan dan minuman yang naik 2,4 persen.
Sebaliknya, penurunan penjualan terjadi pada beberapa sektor. Penjualan ritel non-toko mengalami penurunan sebesar -4,2 persen, sektor bahan bakar turun -2,6 persen, dan sektor pakaian serta barang pribadi menyusut sebesar -0,7 persen.
Sementara itu, secara bulanan (month-on-month), nilai penjualan ritel Jepang terpantau naik 1,9 persen pada Mei 2026. Pertumbuhan bulanan ini sedikit melandai jika dibandingkan dengan perolehan bulan April yang tumbuh sebesar 2,1 persen setelah direvisi naik, di mana angka April tersebut sempat menjadi kenaikan tercepat dalam kurun waktu empat bulan terakhir.(*)
Related News
Lima Sektor Ini Paling Gencar Ekspansi Kredit Permodalan di Perbankan
Langkah Terbaru Prabowo, 750 Dirut BUMN akan Kehilangan Jabatan
Turki Salip Indonesia Jadi Ekonomi Muslim Terbesar? Ini Data IMF 2025
Horee! KRL Bakal Berhenti Lagi di Stasiun Gambir
Biaya Memori Bengkak, Apple Lobi Trump Izin Beli Chip CXMT China
Harga Emas Antam Sabtu Naik Rp5.000, Buyback Dekati Rp2,4 Juta/Gram





