Penyaluran Kredit UMKM Subur, Bank Jatim (BJTM) Incar Laba Rp2 Triliun
:
0
Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman, menjelaskan kinerja dan target Bank Jatim di tahun 2022 pada saat public expose live 2022. Foto: Tangkapan layar/Rizki
EmitenNews.com—PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim berupaya menggenjot penyaluran kredit tahun ini. Hal itu untuk menopang kinerja perusahaan. Penyaluran kredit KUR Bank Jatim (BJTM) cukup baik sehingga perseroan optimistis mampu mengantongi laba sebesar Rp2 triliun.
Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman, menjelaskan Bank Jatim tidak menargetkan kinerja perusahaan yang tinggi tahun ini. Sebab, perseroan masih berupaya memperbaiki kualitas indikator keuangan.
''Target kami Rp101 triliun dengan target laba sebelum pajak yaitu Rp2 triliun'' ujarnya dalam public expose, Selasa (13/9/2022).
Untuk mencapai target tersebut, dia berharap Bank Jatim masih diberi kepercayaan untuk penyaluran KUR mengingat Jatim memiliki lebih dari 9 juta UMKM. Selain itu, pihaknya bakal berupaya mengembangkan sektor UMKM karena portofolio Bank Jatim masih terbilang kecil untuk sektor tersebut.
Bank Jatim saat ini juga sedang mengoptimalkan peralihan dari mobile banking ke internet banking. Bank Jatim akan berupaya dengan menambahkan berbagai fitur untuk menarik nasabah menggunakan internet banking salah satunya melalui BI Fast yang akan segera diluncurkan.
Adapun Bank Jatim mampu mencetak perolehan kinerja yang positif. Tercermin dari kredit UMKM yang meningkat secara year on year (yoy) pada 2021 sebesar 11,3 persen menjadi 12,28 persen pada tahun ini.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) menunjukkan kinerja yang positif pasca pandemi. Laba bersih emiten berkode BJTM ini tumbuh 3,43% sebesar Rp1,05 triliun dengan pertumbuhan kredit UMKM tertinggi.
Berdasarkan kinerja Agustus 2022, aset Bank Jatim tercatat Rp100,93 triliun atau tumbuh 5,74% dibanding periode yang sama tahun lalu (yoy). Sedangkan laba bersih sebesar Rp1,05 triliun atau tumbuh 3,43% (yoy).
Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 7,18% (yoy) sebesar Rp86,88 triliun. Sementara kredit tumbuh 5,24% (yoy) menjadi Rp45,04 triliun.
"Pertumbuhan kredit di sektor UMKM menjadi penyumbang tertinggi, yaitu tumbuh 16,09% (yoy) atau tercatat Rp5,53 triliun," kata Busrul Iman.
Related News
Kuartal I, Laba dan Pendapatan Emiten Lo Kheng Hong (DILD) Jeblok
Kinerja Kuartal I Paten, Laba BKSL Meluber 4.014 Persen
Hari Ini Cum Date Dividen Jumbo, Ada ASII, GOOD, BTPN hingga TRIS
Berbalik Laba, Penjualan AMMN Meroket 38 Ribu Persen
Pendapatan Ciut, Laba FOLK Triwulan I 2026 Melonjak 621,57 Persen
Setelah Dividen Jumbo, SSMS Pamerkan Strategi Bisnis untuk 2026





