EmitenNews.com - Pool Advista Finance (POLA) mempunyai pimpinan baru. Ya, Ferianto Ferry Junarso resmi menjadi direktur utama perseroan. Ferry menggeser direktur utama lawas yaitu Djoni Widjanarko.
Pengangkatan Ferianto Ferry Junarso sebagai direktur utama perseroan yang baru, dengan ketentuan pengangkatan berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas penilaian kemampuan dan kepatutan alias fit and proper test.
Ferry didampingi dua direktur perseroan. Yaitu, Andi Sulaiman Syah, dan Nuryatun. Andi Sulaiman mengganti posisi yang ditinggalkan oleh Raden Ari Priyadi. Sedang Nuryatun, mengisi kursi empuk yang ditinggal Andi Sulaiman Syah.
Dengan data dan fakta itu, formasi dewan komisaris dan direksi perseroan menjadi sebagai berikut. Direktur Utama Ferianto Ferry Junarso, Direktur Andi Sulaiman Syah, dan Direktur Nuryatun. Komisaris Utama Marhaendra, dan Komisaris Independen Ahmad Santoso.
Sebelumnya, manajemen Pool Advista Finance meradang. Pasalnya, dana deposito senilai Rp13,50 miliar di Bank Victoria Syariah (BVIS) nguap. Tidak bisa dicairkan atau ditarik. Alasannya, dana simpanan itu tidak tercatat (unregistered) pada sistem bank anak usaha Victoria Investama (VICO) tersebut.
Padahal, sesuai pernyataan Victoria Investama kepada operator pasar modal indonesia, seluruh transaksi nasabah di Bank Victoria Syariah berupa tabungan, giro, dan deposito pasti akan tercatat pada sistem bank. Namun, demikian klaim Pool Advista memiliki deposito, dan meminta pencairan tidak dapat dipenuhi karena tidak tercatat dalam sistem bank.
”Pernyataan Victoria Investama sebagai induk Bank Victoria Syariah tersebut sangat tidak benar, dan menyesatkan,” tulis Andi Sulaiman Syah, Direktur Advista Finance.
Menyesatkan bilang Andi Sulaiman, karena Pool Advista telah menjadi nasabah deposan Bank Victoria Syariah sejak 2017, dan telah banyak melakukan penempatan deposito dengan mentransfer ke rekening perantara. Selain itu, juga telah melakukan pencairan atas deposito-deposito perseroan di Bank Victoria Syariah berjalan dengan baik hingga awal 2023.
Masalah baru muncul kala 5 bilyet deposito perseroan mau dicairkan pada 14 Februari 2023 ditolak oleh Bank Victoria Syariah. Saat proses pembukaan rekening deposito di Bank Victoria Syariah, perseroan mentransfer dana dari rekening perseroan di Bank BCA, dan Bank CIMB Niaga ke rekening tabungan bisnis Bank Victoria Syariah dengan nomor rekening 500-6000-340.
Pada 18 Agustus 2022, Pool Advista mencairkan deposito dan menempatkan kembali senilai Rp500 juta di Bank Victoria Syariah. Lalu, pada 27 Oktober 2022, penempatan deposito Rp2,5 miliar dari Bank BCA. Kemudian, pada 21 Desember 2022, penempatan deposito Rp2,5 miliar dari Bank BCA. Selanjutnya, pada 1 Februari 2022 penempatan deposito Rp1,5 miliar dari Bank CIMB Niaga. Dan, pada 1 Februari 2022 penempatan deposito Rp6,5 miliar dari Bank BCA, dan CIMB Niaga.
Related News
SCMA Catat Laba Rp307,63 Miliar, Melejit 100 Persen Kuartal I 2026
Kinerja URBN Tertekan, Rugi Membengkak ke Rp174 Miliar
Pantau! Ini Sederet Keputusan Penting Investor Untuk CBUT
Pyridam Farma (PYFA) Raih Restu Aksi Korporasi dari Pemegang Saham
Dalam Pemulihan Industri Domestik, Laba Emiten Semen Ini Naik 111%
CBRE Kantongi Fasilitas Kredit USD45 Juta dari Maybank





