Perang Rehat, IHSG Susuri Level 7.115
:
0
Suasana di plataran Banten Wulung Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street ditutup bervariasi dengan mayoritas menguat tipis. Itu seiring asa para pelaku pasar atas proposal mediasi Pakistan dapat menghasilkan kesepakatan pada menit-menit akhir antara Amerika dan Iran.
Setelah hampir sepanjang sesi mengalami tekanan jual, Indeks perlahan berhasil bangkit dari level terendah harian. Itu setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda batas waktu rencana serangan terhadap pembangkit listrik dan jembatan selama dua minggu.
Di sisi lain, Pakistan juga meminta Iran untuk membuka Selat Hormuz selama dua minggu sebagai wujud itikad baik. Menyusul penguatan mayoritas indeks bursa Wall Street, gencatan senjata selama dua minggu AS-Iran, dan FTSE mempertahankan stastus Indonesia di Secondary Emerging Market, diprediksi menjadi sentimen positif indeks harga saham gabungan (IHSG).
So, indeks diprediksi bergerak menguat. Sepanjang perdagangan hari ini, Rabu, 8 April 2026, indeks akan menyusuri kisaran support 6.900-6.830, dan resistance 7.040-7.115. Berdasar data tersebut Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan para investor untuk menyerap sejumlah saham andalan berikut.
Yaitu, AKR Corporindo (AKRA), Indika Energy (INDY), Medco Energi Internasional (MEDC), Japfa Comfeed (JPFA), Charoen Pokphand (CPIN), dan Map Aktif Adiperkasa (MAPA). (*)
Related News
IHSG Menguat Tipis dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Sentuh Rp10.701T
Bittime: Empat Faktor Ini Perlu Dicermati Investor Kripto di Q4 2026
IHSG Rebound sejak Awal Oktober, Terbuka Peluang Penguatan Lanjutan
100 Hari Direksi Baru BEI, Pakar UGM Junjung Kinerja Reformasi Pasar
Ramaikan MotoGP Mandalika 2026, BNI Hadirkan ini
IHSG Menguat ke 6.093, Lima Saham Ini Catat Transaksi Tertinggi





