Perang Tarif Reda, IHSG Uji Level 6.950
Seseorang berjalan melintas dengan latar layar menampilkan pergerakan IHSG. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu menguay tipis 0,07 persen menjadi 6.832. Kesepakatan dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok berpotensi menjadi faktor positif bagi pergerakan indeks. Namun, secara teknikal kondisi indeks overbought, berpotensi membebani laju indeks lebih lanjut.
Oleh sebab itu, sepanjang perdagangan hari ini, Rabu, 14 Mei 2025, indeks akan menjelajahi area support di level 6.800, dan resistance di level 6.950. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) nasional pada April 2025 sedikit naik menjadi 121.7 dari edisi Maret 2025 di level 121.1.
Itu merupakan kenaikan pertama setelah selama Januari-Maret 2025 mengalami koreksi. Namun Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) susut karena ekspektasi lapangan kerja, dan kegiatan usaha turun. Penurunan tarif AS-Tiongkok meredakan kekhawatiran akan resesi ekonomi global.
Selanjutnya, pasar menanti apakah tercapai kesepakatan permanan sebelum 90 hari. Pasar juga menanti kesepakatan AS-Indonesia. Koreksi harga emas lanjutan berpotensi mendorong profit taking pada saham-saham produsen emas.
Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para investor untuk memperhatikan sejumlah saham berikut. Yaitu, Bank BRI (BBRI), Summarecon Agung (SMRA), Jasa Marga (JSMR), Azko (ACES), dan Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM). (*)
Related News
IHSG Ambruk 218 Poin! Sepuluh Sektor Rontok, Energi Bertahan Sendirian
IHSG Sesi I Terguncang ke 8.100 Imbas Perang, Cek Saham Minyak & Emas!
Edukasi Aset Digital, PINT Sponsori Acara ARKI Gathering 2026
Perang Goyang IHSG, Bos BEI Ingatkan Investor
Kadin Minta Presiden Batalkan Impor Mobil Dari India
Bahlil: Perjanjian Dagang Dengan AS Tidak Tambah Kuota Impor Energi





