Perhatian! Pemerintah akan Lelang SBSN 9 Januari, Target Indikatif Rp12 Triliun
:
0
Ilustrasi Pemerintah berencana melakukan Lelang SBSN 9 Januari 2024, Target Indikatif Rp12 Triliun. dok. EmitenNews.
EmitenNews.com - Perhatian! Pemerintah akan melelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada hari Selasa (9/1/2024). Lelang SBSN kali ini dengan target Indikatif Rp12 triliun dengan tanggal Setelment pada 11 Januari 2024.
Siaran pers direktorat Jenderal pengelolaan Pembiayaan dan resiko Kementeriun Keuangan, Rabu (3/1/2024) menyebutkan bahwa Seri SBSN yang akan dilelang adalah seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara - Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2024.
Berikut Seri SBSN yang akan dilelang:
- SPN-S 09072024 (new issuance) tanggal jatuh tempo 9 Juli 2024
- SPN-S 07102024 (new issuance) tanggal jatuh tempo 7 Oktober 2024
- PBS032 (reopening) tanggal jatuh tempo 15 Juli 2026
- PBS030 (reopening) tanggal jatuh tempo 15 Juli 2028
- PBS004 (reopening) tanggal jatuh tempo 15 Februari 2037
- PBS039 (new issuance) jatuh tempo 15 Juli 2041
- PBS038 (reopening) tanggal jatuh tempo 15 Desember 2039
Siaran pers itu menyebutkan, alokasi pembelian non kompetitif 75% dari jumlah yang dimenangkan untuk seri SPN-S 09072024 dan SPN-S 07102024 sedangkan seri yang lainnya 30% dari jumlah yang dimenangkan.
Peserta lelang, dengan Dealer utama PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk, PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk, PT. Bank Permata, Tbk, PT. Bank Panin, Tbk, PT. Bank HSBC Indonesia, PT. Bank OCBC NISP, Tbk, Standard Chartered Bank.
Related News
Kesepakatan Damai AS-Iran Turunkan 4 Persen Harga Minyak
Penyaluran FLPP Rumah Subsidi 77 Ribu Unit, Minat Kaum Muda Besar
Tahap Akhir Uji Coba B50, Kini Bahlil Makin Pede Terapkan Mulai 1 Juli
Akselerasi Layanan Digital, Kunjungi Bank Jakarta di Jakarta Fair 2026
Usai 664 IUP Batu Bara Disetujui, Catat ESDM Masih Buka Peluang Lain
Patriot Bond Sukses Raih Rp50T, Danantara Rilis Obligasi USD1,5 Miliar





