Periksa! Ini Daftar 10 Saham Top Losers dalam Sepekan
Petugas kebersihan menyisir teras depan area Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak impresif. Itu setelah dalam tempo sepekan indeks mampu bertengger di kisaran 8.271. Artinya, dalam seminggu perdagangan, indeks meroket 4,50 persen dari periode pekan sebelumnya di posisi 7.915.
Fakta tersebut tersaji berdasar data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) edisi 20-24 Oktober 2025. Sayangnya, penguatan indeks tersebut tidak mampu menjalari sejumlah saham. Saham dalam gerbong top losers justru menjadi batu sandungan, dan menggandoli laju indeks untuk terbang lebih tinggi.
Yaitu, Dwi Guna Lestari (DWGL) anjlok 44,97 persen alias 389 poin menjadi Rp476 dari Rp865. Geoprima Solusi (GPSO) drop 36,36 persen setara 400 poin menjadi Rp700 dari Rp1.100. Multipolar Technology (MLPT) longsor 32,17 persen selevel 40.200 poin menjadi Rp84.750 dari Rp124.950.
Diamond Citra (DADA) merosot 27,54 persen setara 19 poin menjadi Rp50 dari Rp69 per eksemplar. Telefast (TFAS) melorot 23,03 persen alias 76 poin menjadi Rp254 dari Rp330 per eksemplar. Gozco (GZCO) menukik 20,22 persen setara 74 poin menjadi Rp292 dari Rp366 per eksemplar.
J Resources Asia (PSAB) terkoreksi 19,72 persen setara 140 poin menjadi Rp570 dari Rp710. Martina Berto (MBTO) susut 17,61 persen setara 50 poin menjadi Rp234 dari Rp284. Archi Indonesia (ARCI) menciut 17,42 persen atau 250 poin menjadi Rp1.185 dari Rp1.435. Hartadinata (HRTA) terdilusi 17,22 persen alias 260 poin menjadi Rp1.250 dari Rp1.510. (*)
Related News
IHSG Bangkit dari Tekanan, Tapi Masih Merah di Akhir Perdagangan
Efek MSCI Nyata Hanya Bagi Saham RI, Performa IHSG Terburuk Sedunia
Gagal Rebound, IHSG Sesi I Masih Koreksi 5,91 Persen ke 7.828
Pertamina Hulu Mahakam Tambah Produksi 2.000 Bph Dari Dua Sumur HPPO
Program Magang Lanjut Di 2026, 100 Ribu Kuota Disiapkan
Rotasi 22 Pejabat DJBC, Purbaya Tak Segan Rombak Ulang





