EmitenNews.com - Bayan Resources (BYAN) menambah fasilitas perbankan USD230 juta. Kredit lunak itu, awalnya hanya senilai USD130 juta. Artinya, fasilitas dari Bank Permata (BNLI) itu, meningkat USD100 juta.


Selain itu, periode jatuh tempo diperpanjang menjadi 20 Desember 2026. Mundur tiga tahun dari skema perjanjian awal pada 20 Desember 2023. Perjanjian awal pemberian kredit tersebut diteken pada 20 Desember 2020 silam.


Kemudian, perjanjian direvisi dan diperbarui pada 4 Desember 2023. Pinjaman itu, terdiri dari fasilitas revolving loan (RL) USD200 juta, dan fasilitas BG/SBLC sejumlah USD30 juta. Fasilitas itu, dijamin oleh jaminan perusahaan diberikan oleh Bara Tabang, anak usaha perseroan. 


Selanjutnya, fasilitas perbankan tersebut digunakan untuk pembiayaan modal kerja, dan mendukung kebutuhan jaminan bank, transaksi valas (Spot dan forward, mata uang utama) perseroan, dan sejumlah anak usaha perseroan. 


Pembelian fasilitas perbankan itu tidak berdampak negatif terhadap perseroan. Baik dari sisi kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha perseroan. ”Kegiatan operasional perseroan dan anak usaha berjalan lancar. Fasilitas itu bisa digunakan sewaktu-waktu kalau diperlukan,” ucap Dato Low Tuck Kwong, Direktur Utama Bayan Resources. (*)