EmitenNews.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menempatkan praktik tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) sebagai bagian dari proses bisnis dan operasional untuk menjaga keberlanjutan usaha.

Komitmen tersebut dijalankan melalui penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi, dan kewajaran,

SIG mengukur penerapan GCG melalui penilaian dan evaluasi yang mengacu pada ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta regulasi terkait lainnya. Pada 2025, perseroan mencatat skor GCG 102,67 dengan predikat Leadership in Corporate Governance.

Dalam mendukung agenda keberlanjutan, SIG juga memiliki Komite Keberlanjutan yang memantau pelaksanaan program serta pencapaian target dalam SIG Sustainability Roadmap 2030.

Dari sisi bisnis, SIG mencatat volume penjualan total 18,28 juta ton pada semester I 2026, tumbuh 5,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan meningkat 13,1% menjadi Rp17,65 triliun. Sementara itu, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp228 miliar.

Komitmen perseroan dalam penerapan GCG tersebut mendapat apresiasi dari Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) melalui penghargaan Best Responsibility of the Board.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Trustee Board IICD Andi Ilham Said kepada GM of Corporate Legal and Compliance SIG Achmad Choiri dalam ajang The 17th IICD Corporate Governance Conference and Award 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, belum lama ini.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026) menyatakan, penerapan GCG merupakan bagian integral dari aktivitas operasional dan proses bisnis perseroan. Penghargaan dari IICD menunjukkan bahwa praktik GCG yang dijalankan oleh SIG semakin prima sebagai landasan dalam menjaga kinerja yang berkelanjutan.

"Dengan menjalankan praktik GCG, SIG turut berkontribusi dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di Indonesia yang diharapkan dapat menarik minat para investor untuk berinvestasi sehingga dapat mendukung percepatan petumbuhan ekonomi di Indonesia,” ujarnya.