Perkuat Tata Kelola, BPFI Tetapkan Jajaran Pengurus Baru
:
0
Ilustrasi PT Woori Finance Indonesia Tbk
EmitenNews.com - PT Woori Finance Indonesia Tbk (BPFI) resmi menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 9 Januari 2026. Rapat tersebut menjadi momentum penting bagi perseroan dalam menata kembali struktur manajemen guna mendukung arah bisnis ke depan.
RUPSLB dinyatakan sah dan memenuhi kuorum, dengan kehadiran pemegang saham yang mewakili 2.214.518.242 saham atau setara 82,82 persen dari seluruh saham dengan hak suara yang sah. Kehadiran ini mencerminkan dukungan kuat pemegang saham terhadap agenda dan keputusan yang diambil perseroan.
Dalam ringkasan risalah rapat yang disampaikan manajemen BPFI le Bursa Efek Indonesia, pada Selasa, 13 Januati 2026, RUPSLB menyetujui agenda pertama berupa penerimaan pengunduran diri Hady Sutiono dari jabatannya sebagai Direktur Perseroan. Manajemen menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dedikasi, kontribusi, serta kinerja yang telah diberikan selama menjabat.
Seiring dengan keputusan tersebut, RUPSLB juga menetapkan susunan baru Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan. Penetapan ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola perusahaan serta mendukung strategi pertumbuhan BPFI secara berkelanjutan.
Dalam struktur Direksi, Heon Joo Rhee dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama, didampingi oleh Jasin Hermawan dan Yunseong Lee sebagai Direktur.
Sementara itu, jajaran Dewan Komisaris dipimpin oleh Jeong Hyuk Lee sebagai Komisaris Utama, dengan Sadhana Priatmadja sebagai Komisaris dan Yustianus Dapot Togarasi sebagai Komisaris Independen.
Dengan susunan manajemen yang baru, BPFI optimistis dapat terus meningkatkan kinerja operasional dan memperkuat posisinya di industri pembiayaan nasional, sekaligus menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.
Related News
BUKA Belum Tentukan Dirut Definitif, Tunjuk Eks Kapolri Jadi Komut
Nusantara Sawit (NSSS) Tebar Dividen Final Rp5/Saham, Ini Jadwalnya
Distribusi 15 Juli, Ini Jadwal Penting Dividen Samator Gas Rp35 Miliar
BTEK Incar Pasar Kakao Premium 2026 Usai Pendapatan Anjlok 88,6 Persen
BAJA Umumkan Rights Issue Rp450 Miliar, Sahamnya Terkerek!
GOTO Buyback, Antrean Exit Brutal Melebihi Daftar Tunggu Naik Haji





