Perluas Akses Produk Industri Nasional, Kadin dan US-ABC Teken MoA
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie. Dok. ist. Instagram.
EmitenNews.com - Kadin Indonesia menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) tentang peningkatan strategis kerja sama perdagangan dan investasi bilateral dengan US-ASEAN Business Council (US-ABC). Kerja sama dijalin untuk memperluas akses produk industri nasional.
Penandatanganan dilakukan di sela forum US-Indonesia Economic Dialogue yang diselenggarakan oleh US-ABC, U.S. Chamber of Commerce (USCC), dan US-Indonesia Society (USINDO) bekerja sama dengan Kadin Indonesia di kantor pusat USCC, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026).
Dalam keterangannya Jumat (20/2/2026), Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan kerja sama tersebut bertujuan memperluas peluang pelaku usaha Indonesia untuk masuk ke pasar AS.
“Intinya bagaimana kita bisa memperbesar pasar buat para pedagang kita, para investor dari Indonesia, para pengusaha dari Indonesia untuk bisa mengakses pasar di Amerika Serikat,” ujar putra konglomerat Aburizal Bakrie itu.
Sektor alas kaki sebagai salah satu industri yang memiliki peluang besar untuk ditingkatkan ekspornya. Saat ini nilai ekspor alas kaki Indonesia ke AS sekitar USD120 juta, masih tertinggal dibanding Vietnam yang telah mencapai sekitar USD600 juta.
Kesenjangan tersebut menunjukkan ruang pertumbuhan yang signifikan bagi Indonesia, terutama jika daya saing tetap terjaga, termasuk dari sisi tarif.
Di luar alas kaki, Kadin juga berfokus mendukung pelaku usaha yang telah aktif menembus pasar ekspor di sektor garmen, tekstil, furnitur, dan elektronik. Kerja sama dengan US-ABC juga diarahkan untuk mendorong masuknya investasi Amerika Serikat ke Indonesia.
“Indonesia membutuhkan banyak investasi. Sampai USD60 miliar FDI, foreign direct investment. Nah, ini juga salah satu cara untuk kita untuk mendapatkan ini semua,” ujar Anindya Bakrie.
Mengenai kesepakatan dagang resiprokal yang disepakati Indonesia dan AS, dalam penilaian Kadin berpotensi menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan ekonomi kedua negara. ***
Related News
Komitmen Kerja Sama RI-AS Pengaruhi Penguatan Rupiah Jadi Rp16.888
Ingat Ya! Pemudik Lebaran 2026 Bisa Gunakan Tol Fungsional Bocimi
Tambah Tiga Pesawat Baru, SAM Air Perkuat Konektivitas di Wilayah 3T
Buru Lebaran, PU Kebut 3.301 Hunian Terdampak Bencana Sumatera
Harga Emas Antam Jumat Ini Naik Rp28.000 Per Gram
Dinilai Sudah Undervalued, BI Yakin Rupiah Akan Cenderung Menguat





