EmitenNews.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) akan melakukan perdagangan kredit karbon dari PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 dengan potensi nilai transaksi sebesar USD 1.934.235 kepada PT Pertamina Power Indonesia.
Pertamina Power Indonesia selaku pemegang 69 persen saham perseroan,telah menjaring dan cukup dikenal sebagai perwakilan dari Pertamina Group sebagai pemain dalam bisnis perdagangan kredit karbon.
“Berangkat dari ini, PPI telah memiliki dan menjalin beberapa potential off taker dengan variasi informasi harga yang didapat agar proyek Karbon Kredit Area Lahendong 5 & 6 dapat terjual dengan harga yang lebih tinggi,” tulis manajemen PGEO dalam keteranganm resmi, Kamis (13/4/2023).
Patut dicatat, jika Pertamina Power Indonesia belum berhasil menjual kredit karbon kepada pihak lain dalam waktu tertentu, PGEO belum mendapat bayaran.
Perlu diperhatikan juga, bahwa meskipun proyeksi dan ramalan bisnis perdagangan karbon cukup menjanjikan di Indonesia selama beberapa tahun ke depan, namun dalam waktu dekat ini, masih belum terlihat adanya regulasi dari Pemerintah Indonesia maupun instansi/Lembaga terkait yang mendukung bisnis perdagangan kredit karbon yang dimiliki Pertamina Group, khususnya untuk Area Lahendong 5 & 6.
Related News
TINS Tabulasi Laba Rp1,5 Triliun, Melesat 1.183 Persen Kuartal I 2026
Tutup Kuartal I, Penjualan TRIS Naik 13,18 Persen
Makin Bengkak, WIKA Tekor Rp1,13 Triliun Kuartal I 2026
Laba PTMR Melonjak 154 Persen Q1 2026, Saham Jalani Suspensi
Kinerja Moncer, Laba BCIP Melonjak 225 Persen Q1 2026
Drop 109 Persen, EMTK Kuartal I Boncos Rp335,85 Miliar





