Perusahaan Entertainment dan PH Bakal IPO? Ini Kata BEI
:
0
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna saat ditemui wartawan di BEI. Foto: EmitenNews/Rifki
EmitenNews.com - Sejumlah perusahaan dikabarkan akan segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), meliputi lini entertainment, hingga production house (PH).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna tak menampik rumor tersebut. Namun, ia mengatakan hingga saat ini ditilik dari supply side telah ada 15 perusahaan telah masuk pipeline IPO di tengah kondisi pasar modal yang relatif dinamis.
“Terkait itu, secara riil dapat kita nikmati entertainment-nya, kalau production house kebanyak service, tapi tentunya PH juga ada,” ujar Yetna, saat ditemui wartawan di BEI, Selasa (19/5/2026).
Sekadar diketahui, salah satu rumor yang santer terkemuka adalah perusahaan yang dimiliki Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang erat dengan bisnis entertainment.
RANS memulai kiprahnya dari kanal Youtube dan seiring waktu telah berkembang menjadi ekosistem besar yang mencakup produksi konten digital, hiburan musik, animasi, dan acara komunitas seperti RANS Carnival Zoo.
Di sisi lain, Yetna menuturkan dari 15 perusahaan yang telah masuk pipeline, 11 di antaranya merupakan yang memiliki aset skala yang besar, dan empat sisanya dengan aset skala kecil.
Ia juga menegaskan, kendati didominasi perusahaan beraset skala besar, bukan berarti perusahaan dengan aset skala kecil tidak tertarik melantai. Hanya saja perlu persiapan matang sebelum akhirnya menggelar IPO di BEI.
“Yang paling banyak itu ada di consumer cyclical,terus kemudian yang berikutnya di consumer non cyclical, kemudian ada infrastructure, kemudian ada teknologi healthcare,” tuturnya.
Ia juga mengatakan, ke-15 perusahaan yang telah masuk pipeline berpotensi melantai hingga bulan Agustus 2026.
"Jadi kalau dari sisi laporan keuangannya itu bervariasi, ada yang juga di bulan Juni, ada yang di Agustus. Jadi yang 15 itu adalah perusahaan-perusahaan yang sangat berpotensi untuk tercatat sampai dengan bulan Agustus," ujar Yetna.
Related News
DPR RI, Danantara, BUMN, & OJK Sidak ke BEI Bahas Stabilitas Pasar
BI Umumkan Batas Pembelian Maksimal USD25.000 Berlaku Mulai Juni 2026
BI Yakini Nilai Tukar Rupiah Menguat Mulai Juli, Begini Penjelasannya
Saham HSC Bakal Didepak FTSE Russel, Ini Respon BEI
IHSG Balik Sentuh 6.400 Seperti Era Covid-19, BEI Hanya Omong Begini
BEI Pastikan Jumlah IPO Masih Sesuai Target, 15 Sudah Masuk Pipeline





