IHSG Balik Sentuh 6.400 Seperti Era Covid-19, BEI Hanya Omong Begini
:
0
Potret Jeffrey Hendrik, Penjabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) kala ditemui wartawan pada Senin (18/5/2026). Foto: EmitenNews/Aji.
EmitenNews.com - IHSG kembali menyentuh level yang terakhir kali seperti halnya pada masa awal pandemi Covid-19. Dimana pada Maret 2020 indeks anjlok ke titik terendah 3.937, hingga memicu beberapa kali trading halt 5 persen oleh BEI. Setelah rebound dan menembus 6.400 pada pertengahan 2021, kini indeks kembali tertekan ke zona yang sama.
Pada perdagangan Senin (18/5/2026), tekanan jual makin dalam. Intraday IHSG sempat ambruk nyaris 5 persen, tepatnya 4,77 persen, ke level 6.433,151 pukul 11.04 WIB.
Menanggapi kondisi ini, Jeffrey Hendrik, Penjabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) kala ditemui wartawan EmitenNews pada Senin (18/5/2026) mengatakan pihaknya tidak ingin memprediksi arah indeks dan fokus memastikan perdagangan berjalan teratur.
"Kalau kami dari bursa kan tidak pernah memprediksi indeks. Yang kami pastikan bahwa seluruh transaksi perdagangan itu berjalan secara teratur, wajar, dan efisien," kata Pjs. Dirut BEI itu.
Ia menjelaskan infrastruktur perdagangan, pengaturan, dan pengawasan terus berjalan baik. Setelah itu, pergerakan diserahkan pada mekanisme pasar.
BEI menilai koreksi IHSG saat ini masih sejalan dengan koreksi pasar global. Namun ketidakpastian masih tinggi sehingga investor diimbau tidak panik.
"Koreksi tambahan di pasar global sama dengan koreksi, masih in line dengan global market tapi ketidakpastian di pasar masih tinggi. Kami mengingatkan supaya investor tetap memperhatikan fundamental, tidak panik, mengatur strategi investasi sesuai profil risiko masing-masing," ujarnya.
BEI mencatat jumlah investor pasar modal tembus 27 juta. Investor saham aktif bulanan di atas 1 juta, dengan 9,7 juta di antaranya investor saham langsung, selebihnya investor lain-lain.
"Per hari Rabu kemarin sudah tembus 27 juta investor. Dengan meningkatnya partisipasi investor domestik akan lebih dalam. Upaya yang sangat serius adalah upaya perbaikan jangka panjang," katanya.
Terkait aksi jual asing jelang rebalancing MSCI dan FTSE, BEI menyebut hal itu wajar dan terus dipantau.
Related News
Saham HSC Bakal Didepak FTSE Russel, Ini Respons BEI
BEI Pastikan Jumlah IPO Masih Sesuai Target, 15 Sudah Masuk Pipeline
Run From Scam, Cara BI Ingatkan Masyarakat Waspadai Tautan Palsu
OJK: Satu Bank Umum Syariah Baru Siap Spin-Off
Geliat Industri Asuransi Jiwa, Laba Meningkat Jadi Rp7,85 Triliun
Bobot MSCI Indonesia Turun ke 0,63 Persen, Outflow Rp60T Membayangi





