EmitenNews.com - FTSE Russel memastikan akan mendepak saham-saham yang termasuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) pada Juni mendatang.

Merespons itu, Penjabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan bahwa pihaknya sudah mengantisipasi keputusan tersebut. Sebab, menurutnya, Global Index Provider memiliki metodologi sendiri, termasuk apa yang telah mereka lakukan di yurisdiksi lain seperti di Hongkong.

"Saya kira itu sudah sesuatu yang sudah diantisipasi, bahwa saham-saham yang masuk di dalam High Shareholding Concentration di bursa Indonesia pun akan dikeluarkan dari indeks MSCI dan FTSE," kata Jeffrey kepada wartawan di gedung BEI, Senin (18/5/2026).

Jeffrey menambahkan, dampak pengeluaran saham-saham emiten HSC juga menjadi bagian dari konsekuensi jangka pendek reformasi pasar modal Indonesia.

Menurutnya, dengan adanya indikator saham HSC tersebut menjadi filter positif atas ketidakpastian yang tengah dinanti pelaku pasar.

"Satu hal tentu dengan apa yang disampaikan ini, menjadi sesuatu yang sudah clear. Artinya mengurangi satu sumber ketidakpastian di pasar yang berminggu-minggu ini ditunggu oleh para pelaku pasar bagaimana respons MSCI dan FTSE terhadap upaya reformasi yang dilakukan bersama oleh OJK dan SRO," tutup Jeffrey. ***