Perusahaan Gas Negara (PGAS) Siap Kembangkan Jargas untuk Rumah Tangga di IKN
:
0
EmitenNews.com -PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) selaku Subholding Gas Pertamina menyiapkan pengembangan program jargas (jaringan gas) rumah tangga di Ibu Kota Negara (IKN).
Direktur Sales & Operasi PGAS, Ratih Esti Prihatini, juga menyatakan bahwa perusahaan mendapat amanat untuk pembangunan jargas di Kawasan Inti Pusat Pemerintah ( KIPP IKN). Artinya, jargas ini nantinya juga akan dimanfaatkan di hunian atau rumah dinas untuk menteri hingga pegawai di IKN.
"Pada tahap awal, sambungan jargas di IKN disiapkan untuk 166 tower (hunian ASN) dan 34 rumah tapak menteri. Kami siap menjadi bagian dari solusi pemanfaatan energi bersih di IKN," ujar Ratih dalam keterangannya, Rabu (31/1).
Pembangunan jargas di IKN direncanakan secara bertahap. Selain rumah dinas pemerintahan, jaringan distribusi gas juga ditujukan untuk komersial, gedung pemerintahan, dan fasilitas lainnya. Nantinya pipa distribusi gas bumi ditempatkan jaringan umum atau Multi Utility Tunnel (MUT) yang akan dibangun oleh Kementerian PUPR .
Gas bumi akan disuplai dengan Compressed Natural Gas (CNG) yang bersumber dari Balikpapan atau Bontang di Kalimantan Timur. Saat ini, PGAS sudah melakukan kegiatan konstruksi di lapangan dan ditargetkan selesai Juni 2024.
"Dukungan penyediaan gas bumi oleh PGAS untuk IKN dilandasi visi penyediaan energi bersih di IKN dan kebijakan IKN yang dicanangkan dalam UU No 3/2022 yaitu dengan campuran gas alam dan hidrogen sebagai sumber gas kota," kata dia.
Saat ini PGAS melalui PT Pertagas mengelola penyaluran gas secara terintegrasi meliputi Pipa Transmisi Gas Bumi di Senipah-Balikpapan sepanjang 78 km. Ke depan, jaringan distribusi ini akan dihubungkan dengan jaringan distribusi gas IKN sehingga penyaluran gas menjadi lebih andal.
"Kami siap untuk mendukung penyediaan gas bumi yang andal dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Kalimantan Timur, serta senantiasa bersinergi dengan otoritas bersama stakeholder lain dalam merencanakan dan mengembangkan energi bersih gas bumi di IKN," katanya.
Related News
Atasi Kendala Overcapacity, SMGR Pacu Ekspor dan Transformasi Bisnis
Saham Produsen GT Man (RICY) Top Loser, Direksi Jual Habis Kepemilikan
Usai Jual Aset Rp65M, Lancartama Sejati (TAMA) Ungkap Diakuisisi DBS
WSKT Catat Kontrak Baru Rp3,1 Triliun, Kebut Bandara Timor Leste
RATU Bagi Dividen Rp122,17 Miliar, 46 Persen Laba 2025
Aktor hingga Keponakan Luhut Kompak Mundur usai RAAM Merugi Rp34M





