EmitenNews.com - Berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memperkenalkan peluang investasi saham di sektor energi bersih kepada generasi muda. Sektor energi, terutama energi baru terbarukan, memiliki prospek jangka panjang di tengah meningkatnya kebutuhan global terhadap energi rendah emisi.

Manager Partnership & Portfolio Management PGE Lufan Nassya Faswara dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (13’32026), mengatakan bahwa sektor energi, terutama energi baru terbarukan, memiliki prospek jangka panjang yang kuat seiring meningkatnya kebutuhan global terhadap energi rendah emisi.

Panas bumi salah satu sumber energi baru terbarukan yang memiliki potensi sangat besar di Indonesia, sekitar 24 GW. Letak geologi Indonesia di jalur gunung api aktif menjadikan sumber daya geothermal sangat melimpah. Hal itu prospektif dikembangkan sebagai energi bersih sekaligus peluang investasi jangka panjang.

Komitmen global terhadap transisi energi, termasuk melalui kesepakatan internasional untuk menurunkan emisi karbon, mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap sumber energi yang andal, stabil, dan berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, panas bumi memiliki keunggulan karena mampu menghasilkan listrik secara konsisten dengan tingkat kapasitas pemanfaatan yang tinggi.

“PGE menilai keterlibatan generasi muda dalam memahami investasi dan transisi energi akan menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan,” katanya.

Dari sisi pasar modal, Vice Director of Research BEI Verdi Ikhwan menekankan pentingnya membangun kebiasaan investasi sejak dini sebagai bagian dari perencanaan keuangan yang sehat.

Menurut Verdi, investasi menjadi penting karena inflasi terus terjadi setiap tahun. Dengan berinvestasi, nilai uang dapat berkembang dan tidak tergerus oleh kenaikan harga. Jika dilakukan secara disiplin, investasi saham dapat memberikan hasil yang optimal dalam jangka panjang melalui efek compounding.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 5 OJK Jawa Barat Herlina Hayati mengingatkan bahwa literasi keuangan menjadi kunci sebelum seseorang mulai berinvestasi, terutama bagi mahasiswa yang baru mengenal pasar modal. Sebelum berinvestasi, kata dia, penting memahami kondisi keuangan, risiko, serta tujuan investasi. Keputusan investasi harus dilakukan secara bijak dan terencana agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Kerja sama PGE dengan OJK dan BEI ini salah satunya diadakan dalam bentuk Youth Seminar bertema “Meraup Cuan dari Saham Energi” yang diselenggarakan di Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Bandung, pekan ini. ***