EmitenNews.com - Sefas Group resmi mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi 100% bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell di Indonesia. Transaksi pengambilan alih kepemilikan penuh ini ditargetkan rampung pada tahun ini dengan tetap menunggu persetujuan regulator serta pemenuhan persyaratan umum lainnya.

Chief Executive Officer (CEO) Sefas Group, Ricky Roesli, menjelaskan bahwa langkah akuisisi ini menjadi strategi lanjutan perusahaan dalam memperluas jangkauan bisnis ritel energi nasional. Selama ini, Sefas Group dikenal sebagai distributor pelumas Shell terbesar di pasar domestik.

Mengutip laporan dari Listrik Indonesia pada Kamis (20/8/2026), kepemilikan lokal dipandang sebagai landasan kuat untuk mendorong fase pengembangan bisnis SPBU ke tahap berikutnya. Sefas Group juga memastikan operasional SPBU akan tetap berlangsung secara aman, andal, serta mengedepankan kelancaran proses transisi.

"Sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia, Sefas bangga dapat mengambil langkah bisnis berikutnya, dan mendukung pertumbuhan masa depan sektor ritel energi Indonesia," ungkap Ricky Roesli dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan, merek Shell dipastikan tidak hilang dari pasar ritel BBM tanah air. Perusahaan akan tetap menggunakan merek Shell di seluruh SPBU melalui skema lisensi merek demi menjaga kesinambungan layanan bagi pelanggan, karyawan, maupun mitra bisnis.

Presiden Direktur Shell Indonesia, Andri Pratiwa, menyambut baik akuisisi oleh mitra lamanya tersebut. Ia menilai Sefas Group memiliki rekam jejak yang solid serta pemahaman yang mendalam mengenai karakteristik pasar lokal dan kebutuhan konsumen di tanah air.

"Sefas merupakan mitra yang telah lama bekerja sama dengan Shell di Indonesia dan memiliki pemahaman mendalam mengenai pasar lokal, kebutuhan pelanggan, serta jaringan yang telah terbangun kuat untuk mendukung fase pertumbuhan bisnis berikutnya," tutur Andri Pratiwa.

Masuknya Sefas Group sebagai pemilik penuh jaringan SPBU Shell mempertegas penguatan peran pelaku usaha lokal dalam industri ritel bahan bakar di Indonesia. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi kepastian pasokan serta keberlanjutan investasi pada sektor energi nasional.(*)