Polri Temukan 539 WNI Bekerja Sebagai Operator Judol dari Filipina
:
0
Kadiv Hubinter Polri, Irjen Pol Krishna Murti (ketiga dari kiri) didampingi Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu (kedua dari kanan) memberikan keterangan terkait 35 WNI yang dideportasi oleh Pemerintah Filipina, di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (22/10/2024) malam (Foto: RRI/Saadatuddaraen)
EmitenNews.com - Polri temukan 593 warga negara Indonesia (WNI) bekerja ilegal, secara sadar terlibat sebagai operator judi online di Filipina. Bahkan target mereka adalah warga Indonesia sendiri.
"Maka ditemukan 539 WNI yang bekerja secara ilegal, secara sadar terlibat dalam pekerjaan operator judi online di Filipina. Dengan targetnya adalah warga Indonesia," ujar Irjen Pol Krishna Murti Juarsa, Kadiv Hubinter Polri di Bandara Soetta, Selasa (22/10/2024) tengah malam.
Oleh sebab itu, sambung Krishna, yang ingin dirinya tegaskan bila mereka bukan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). "Mereka adalah pelaku yang secara sadar menawarkan diri bekerja disana," kata Krishna seperti diilansir RRI.
Dengan operasi yang dilakukan oleh otoritas Pilipina, lanjutnya, maka dilakukan penegakan hukum terhadap semua pelaku, baik pelaku utama maupun operator. Terhadap mereka, maka dilakukan proses penghukuman sesuai ketentuan yang berlaku.
"Termasuk ada dua WNI yang masih ditahan dan diduga menjadi salah satu tokoh utamanya. Sedangkan sisanya melakukan pelanggaran keimigrasian, karena itu terhadap pelaku dilakukan proses yang dinamakan deportasi," ucapnya.
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Judha Nugraha mengatakan dalam konteks tersebut, pihaknya sangat mengimbau berhati-hatilah untuk bekerja keluar negeri. "Modusnya sudah berubah dan ini sangat berbahaya," kata Judha.
Modusnya, sambung Judha, pada awalnya melalui sosial media, namun saat ini ada modus baru yakni, istilahnya ganti kepala. Jadi, ada WNI yang sudah ada disana, lalu bila pulang harus membawa penggantinya.
"Karena ia membawa pengganti, ia mencari orang terdekatnya. Tak ayal baik tetangga maupun keluarga sendiri," ujarnya.(*)
Related News
373 Penerbangan Batal, Maskapai Wajib Penuhi Hak Penumpang
Masih Terganggu Abu Krakatau, Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang
Setop Keracunan, DPR Desak MBG Ganti Dapur Berbasis Sekolah
Purbaya Larang, Pramono Ngotot Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
KPK Dalami Nyanyian Gus Alex Soal 3.000 Riyal Untuk Anggota DPR
Tindak Tegas Karhutla, Menhut Tutup Izin Lima Perusahaan di Kalbar





