Prabowo Ingin Kepala Daerah Segera Dilantik Agar Bisa Cepat Bekerja
:
0
Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian untuk segera melantik kepala daerah terpilih hasil Pilkada Serentak 2024
EmitenNews.com - Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian untuk segera melantik kepala daerah terpilih hasil Pilkada Serentak 2024. Hal itu dilakukan agar para kepala daerah yang terpilih dalam pilkada lalu dapat segera bekerja.
“Beliau (Presiden) memberi instruksi kepada saya untuk mengupayakan pelantikan secepat mungkin. Kepastian politik di daerah sangat penting agar pemerintahan dapat segera berjalan dengan efisien,” ujar Tito di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Jumat (31/1/2025).
Sebelumnya Mendagri mengisaratkan jadwal pelantikan kepala daerah tak sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) akan mundur dari jadwal semula. "Jadi, jadwal pelantikan Kepala Daerah yang semula secara bertahap pada 6 Februari 2025, akan diundur," ujarnya.
Belum diketahui pasti kapan waktu pelantikan akan digelar. Tito hanya mengatakan, pelantikan Kepala Daerah nonsengketa digabung dengan Kepala Daerah hasil putusan sela atau dismissal di MK.
Presiden menilai pelantikan segera kepala daerah diperlukan untuk memberikan kepastian politik di daerah, serta mendorong dunia usaha berjalan optimal. Selain itu penyelesaian permasalahan di masyarakat akibat Pilkada juga dapat segera ditangani setelah pelantikan.
"Dengan adanya kepala daerah definitif, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga bisa segera dilakukan tanpa hambatan," jelas Presiden seperti dituturkan Mendagri.
Tito menjelaskan, pelantikan kepala daerah non-sengketa akan digabung dengan kepala daerah yang gugatannya ditolak Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusan dismissal.
Adapun MK telah mempercepat jadwal pembacaan putusan dismissal dari jadwal semula menjadi 4 dan 5 Februari 2025.
Oleh karena itu, pelantikan kepala daerah yang sebelumnya dijadwalkan pada 6 Februari 2025 akan ditunda hingga seluruh putusan MK diumumkan.
Setelah putusan keluar, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) akan segera menetapkan kepala daerah terpilih, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dapat mengusulkan pelantikan berdasarkan ketetapan KPUD.
Related News
Transformasi SDM Unggul, Bank BSN Sabet Human Capital Awards 2026
Karhutla di Tanah Air, Polri Tetapkan 265 Tersangka, 20 dari Korporasi
Silmy Karim Didakwa Peras Penjamin WNA Rp168,92M, JPU Bongkar Modusnya
Kata Pandu Sjahrir Soal Polemik Supra Sekuritas
Kasus Suap HGB Summarecon Agung, MAKI Desak KPK Jemput Paksa Nusron
KPK Usul Aset Pejabat yang tidak Dilaporkan ke LHKPN Bisa Disita





