Presiden Usul Calon Panglima TNI, DPR Yakin Jenderal Agus Bisa Lanjutkan Reformasi
:
0
Presiden Joko Widodo lantik KSAD Jenderal Agus Subiyanto. dok. Sekretariat Kabinet.
EmitenNews.com - Presiden Joko Widodo mengusulkan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Agus Subiyanto sebagai calon Panglima TNI menggantikan Laksamana Yudo Margono, yang bakal memasuki usia pensiun 26 November 2023. Ketua DPR Puan Maharani sudah menerima surat presiden atau surpres terkait nama calon panglima TNI itu. DPR yakin pria kelahiran Cimahi, 5 Agustus 1967 itu, bisa melanjutkan reformasi, dan profesionalisme TNI.
"Pada kesempatan ini saya akan umumkan nama calon pengganti dari Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, nama yang diusulkan Presiden adalah Jenderal TNI Agus Subiyanto SE Msi yang saat ini menjabat sebagai KSADasad," ujar Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/10/2023).
Puan mengatakan, DPR segera menindaklanjuti Surpres Calon Panglima TNI tersebut sesuai mekanisme yang berlaku. Setelah menerima surpres tersebut, DPR akan menjalankan mekanisme sesuai yang ada di parlemen, kemudian meneruskan usulan nama pengganti panglima TNI yang akan datang.
"Semoga proses ini berjalan lancar dan baik, sehingga penggantian panglima TNI yang akan datang bisa berjalan baik dan tidak ada kekosongan panglima TNI yang akan datang," tutur Puan menambahkan," kata Ketua DPP PDI Perjuangan itu.
DPR telah menerima surat Presiden Jokowi terkait nama yang diajukan menjadi Panglima TNI, menggantikan Laksamana Yudo Margono yang memasuki masa pensiun. Nama panglima TNI baru yang diajukan Jokowi adalah KSAD Jenderal Agus Subiyanto, yang baru dilantik Presiden memimpin TNI AD pada Rabu, 25 Oktober 2023.
Related News
Indonesia Dorong ASEAN Percepat Diversifikasi Energi di Tengah Krisis
Prabowo Serukan Pentingnya ASEAN Jaga Kedaulatan Jalur Perdagangan
Harga Solar Industri Naik, Ribuan Nelayan Pati Tidak Lagi Melaut
Polisi Bongkar Sindikat Joki Masuk PT, Bayaran Pelaku Wah, Fantastis!
Permintaan Fotokopi e-KTP Melanggar UU Data Pribadi, Jangan Mau!
Sempat Terkendala Bahan Baku Kemasan, Bantuan Pangan Kini Digenjot





