Profil Destry Damayanti, Gubernur BI Perempuan Pertama RI
:
0
Destry Damayanti resmi menjadi perempuan pertama yang menyandang jabatan Gubernur Bank Indonesia untuk periode 2026-2031.
EmitenNews.com - Destry Damayanti resmi menjadi perempuan pertama yang menyandang jabatan Gubernur Bank Indonesia untuk periode 2026-2031.
Dalam rapat paripurna sebelumnya, DPR telah menyetujui Destry untuk memimpin BI. Selain itu, Destry juga telah mengucapkan sumpah jabatan sebagai Bos BI di hadapan Ketua Mahkamah Agung pada Rabu, 2 September 2026.
Sebelum menjabat Gubernur BI, Destry juga telah mengembang sejumlah posisi strategis di berbagai lembaga.
Mengutip laman resmi BI, Destry Damayanti lahir di Jakarta pada tahun 1963. Ia menempuh pendidik di Universitas Indonesia dengan gelar Sarjana Ekonomi, dan memperoleh gelar Master of Science dari Field of Regional Science Cornell University, New York, USA.
Destry Damayanti mengawali karier sebagai Senior Economic Adviser Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada tahun 2000-2003, peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 2005-2006, dan Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas pada tahun 2005-2011.
Kariernya berlanjut menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri pada tahun 2011-2015, Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN pada tahun 2014-2015.
Pada periode 2015–2019, Destry Damayanti menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Ia kemudian menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada periode 2019–2026. Sejak 25 Juli 2026, beliau menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia.
Destry Damayanti resmi menjadi Gubernur Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden RI No.92/P Tahun 2026 tanggal 1 September 2026 untuk periode 2026-2031, dan mengucapkan sumpah jabatan pada tanggal 2 September 2026.
Daftar Gubernur BI Sebelum Destry
Sebelum Destry, nama-nama gubernur BI didominasi oleh laki-laki. Berikut nama-namanya;
Related News
Emas Antam Naik Rp15 Ribu, Mengekor Penguatan Dunia
Dolar AS Tertekan Penguatan Yen, Rupiah Dapat Nafas
Inflasi AS Mereda Dorong Emas ke Level USD4.400
Kenaikan Imbal Hasil Obligasi Mereda, Saham AS Rebound
Yen Melonjak ke 158,8 per Dolar, Tokyo Diduga Intervensi
Stok Minyak AS Anjlok 4,5 Juta Barel, Brent Tembus USD95





