Proses Tetap Berkualitas, BFI Finance (BFIN) Bukukan Total Piutang Rp 16,8 Triliun
:
0
EmitenNews.com—Perusahaan pembiayaan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) mencatat total piutang yang dikelola (managed receivables) senilai Rp 16,8 triliun atau naik sebesar 23,3 persen yoy.
Portofolio pembiayaan dari managed receivables berdasarkan jenis aset konsumen didominasi oleh pembiayaan mobil bekas dan baru sebesar 69,97 persen atau senilai Rp 11,75 triliun.
Selanjutnya disusul pembiayaan alat berat dan mesin sebesar 11,97 persen, motor bekas 10,76 persen, property-backed financing 2,67 persen, dan sisanya berasal dari pembiayaan syariah dan chanelling dengan anak usaha, yakni Pinjam Modal.
Finance Director BFI Finance, Sudjono mengatakan performa yang solid ini ditandai dari semua lini pembiayaan, baik dari BFI Finance maupun Pinjam Modal.
Dari segi adaptasi business process secara digital, BFI Finance juga promosikan beragam layanan yang memudahkan masyarakat dan konsumen agar dapat menikmati fasilitas pembiayaan secara lebih cepat dengan persyaratan mudah.
Melalui tahapan proses yang tetap berkualitas dan terpercaya sehingga tercipta solusi pembiayaan yang komprehensif untuk semua lapisan masyarakat,” ujar Sudjono, dalam siaran pers dikutip, Sabtu (10/9/2022).
Hingga akhir Juni 2022, rapor kinerja yang sehat juga tampak dari rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) BFI Finance di posisi NPF bruto 1,08 persen dan NPF neto 0,31 persen.
Angka ini mencerminkan performa yang stabil dan jauh lebih baik dibandingkan rata-rata industri data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni 2022, NPF sebesar 2,81 persen untuk lembaga pembiayaan.
Kali ini, perusahaan bekerjasama dengan bersama anak usaha PT Finansial Integrasi Teknologi (Pinjam Modal) yang berperan menjembatani penyaluran pinjaman kepada segmen-segmen debitur yang belum mampu mendapatkan akses pembiayaan secara konvensional.
Pinjam Modal bergerak di bidang peer-to-peer lending mencatatkan kinerja apik sepanjang semester 1/2022.
Related News
Paruh I 2026, Bisnis Tol META Menguat Signifikan
Emiten Distributor Alat Kesehatan ini Raup Laba Rp221M di Q2-2026
Kinerja Apik, INPP Tabulasi Laba Rp141,98 Miliar
Pendapatan Susut, Emiten Lo Kheng Hong (ABMM) Raup Laba USD39,38 Juta
Bisnis Baru Infrastruktur EV, Bos DRMA Ungkap Prospeknya di GIIAS 2026
Antrean Jual 6,8 Miliar Helai Bikin Panik, Saham JELI Berbalik Bangkit





