EmitenNews.com -Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan lapangan minyak bumi Blok Rokan bisa menjadi produsen minyak bumi terbesar di Indonesia.


Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Utara Rikky Rahmat Firdaus mengatakan Blok Rokan kini berkontribusi 24 persen bagi produksi minyak nasional.


"Kami targetkan pada kuartal ketiga tahun 2022, wilayah kerja Rokan diperkirakan bisa kembali menjadi produsen minyak nomor satu di Indonesia," ujarnya dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Sabtu.


Saat ini, SKK Migas bersama Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan Pertagas telah menyalurkan minyak perdana dari Duri Crude CGS10 ke Stasiun Meter Dumai dengan jarak 63,5 kilometer.


Sebanyak 18.781 barel minyak per hari dari Pertamina Hulu Rokan dialirkan dalam uji coba yang dilakukan pada 27-31 Januari 2022.


Pengoperasian pipa baru merupakan salah satu fasilitas yang diharapkan dapat membantu Pertamina Hulu Rokan menyalurkan minyak dari Blok Rokan dan juga wilayah kerja lainnya menuju terminal akhir di Dumai, sekaligus mengejar target lifting minyak mentah nasional sebesar 703 ribu barel per hari pada tahun ini.


Rikky berharap kehadiran pipa baru tersebut tidak akan terjadi kebocoran pada pipa dan congeal crude oil, tidak terjadi lagi losses penyaluran, sehingga meningkatkan level flow assurance dan kualitas minyak yang disalurkan tetap terjaga sesuai dengan spesifikasi.


Pertagas selaku operator telah memastikan pengerjaan proyek pipa minyak Rokan berjalan baik untuk ruas utara maupun selatan.


Kegiatan partial switching dari CGS 10 telah dilakukan tanggal 27-31 Januari 2022 dan diharapkan untuk segmen-segmen pipa yang lain dapat dilakukan segera, sehingga stock di pipa lama dapat dikuras dan di-lifting untuk menunjang pencapaian target lifting nasional tahun 2022. Pada 31 Januari 2022 pukul 00.41 WIB, DCO yang dipompakan telah sampai di Dumai Metering Station.


Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Rinto Pudyantoro menjelaskan bahwa instalasi pipa baru Rokan dioperasikan dan dipelihara oleh Pertagas.


"PHR sebagai operator di sektor hulu wilayah kerja Rokan bisa lebih fokus untuk program-program peningkatan produksi dan lifting minyak, sehingga target lifting sesuai APBN dan target jangka panjang 1 juta barel per hari tahun 2030 dapat tercapai," ujar Rinto.