Proyeksikan IHSG Rebound, Cek Rekomendasi INKP, RALS, MPPA, ADRO dan ELSA
:
0
EmitenNews.com—Pada perdagangan Kamis (10/11), Bursa saham Wallstreet ditutup menguat tajam setelah rilis data CPI AS yang turun ke level 7.7 (YoY) membuka ruang bagi The Fed untuk Dovish. Selain itu penurunan Yield UST 10Y ke level 3.8 dan rilis data jobsless claim sebesar 225000 turut mendorong penguatan.
Bursa saham Asia ditutup kompak melemah, pelaku pasar fokus menanti rilis data CPI AS. Selain itu perlambatan ekonomi China direspon negatif oleh pasar. Harga minyak mentah ditutup menguat setelah rilis data CPI AS yang melandai.
IHSG ditutup melemah pada perdagangan Kamis (10/11), indeks sektoral pemberat IDXTRANS (-2.3%,) IDXENER (-1.97%), IDXINDUS (-1.94%), dan IDXTECHNO (-1.7%). Investor asing mencatatkan Nett Sell Rp 897.76 Milyar. Diperkirakan hari ini Jumat (11/11) IHSG berpotensi Rebound dengan range 6930-7135, saham sektoral yang dapat diperhatikan Basic Industry, Retail, dan Energy.
INKP Terbentuk Doji berpotensi terjadinya Rebound. Area beli terbaik pada range 10000- 10250. Stoploss jika Closing di bawah level 9900.
RALS Berada di Bottoming Area berpotensi terjadinya Rebound. Area beli terbaik pada range 575-585. Stoploss jika Closing di bawah level 570.
MPPA Terbentuk Long Leg Doji berpotensi terjadinya Rebound. Area beli terbaik pada range 143-148. Stoploss jika Closing di bawah level 140.
ADRO Terbentuk Doji berpotensi terjadinya Rebound. Area beli terbaik pada range 3470- 3570. Stoploss jika Closing di bawah level 3450.
ELSA Berada di Bottoming Area berpotensi terjadinya penguatan. Area beli terbaik pada range 340-350. Stoploss jika Closing di bawah level 330.
Related News
IHSG Jumat (3/7) Terbang 2,28 Persen, BBCA Kembali Dominasi Transaksi
XLSMART dan Kemenaker Sodorkan Future Ready, Targetnya ini
Sinarmas AM Luncurkan DPLK Digital Pertama di RI, Bidik AUM Rp150M
IHSG Siang (3/7) Lanjutkan Penguatan 2,46 Persen, Jajal Tembok 5.900
Dampingi Keluarga Indonesia, CIMB Niaga Perkuat Peran OCTO
Demi Modal Asing DPR Kebut RUU Pusat Finansial, Terapkan Hukum Khusus





