EmitenNews.com - Palma Serasih (PSGO) bakal menebar dividen Rp113,1 miliar. Alokasi dividen itu, diambil sekitar 25,5 persen dari tabulasi laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp442,8 miliar. Menyusul hasil itu, para investsor akan mendapat setoran dividen Rp6 per lembar. 

Berdasar perdagangan Jumat, 29 Mei 2026 di level Rp191 per helai, maka dividen yield PSGO sekitar 3,14 persen. Selanjutnya, 14,64 persen setara Rp100 miliar dari saldo laba sebagai cadangan umum. Lalu, sisa saldo laba 68,84 persen setara Rp470,84 miliar dibukuan sebagai saldo laba ditahan.

Rencana pembagian dividen periode tahun buku 2025 sesuai hasil rapat umum pemegang saham tahunan pada 22 Mei 2026 dengan rincian jadwal sebagai berikut. Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 4 Juni 2026. Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 5 Juni 2026. 

Cum dividen pasar tunai pada 8 Juni 2026. Ex dividen pasar tunai pada 9 Juni 2026. Daftar pemegang saham berhak dividen alias recording date pada 8 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran dividen pada 19 Juni 2026. 

Kebijakan pembagian dividen itu, berdasar data keuangan per 31 Desember 2025. Ya, sepanjang 2025, PSGO mengemas laba bersih Rp442,84 miliar. Saldo laba ditahan dengan alokasi penggunaan tidak dibatasi sejumlah Rp683,94 miliar. Dan, total ekuitas terkumpul Rp2,73 triliun. 

Target Ambisius

Di sisi lain, PSGO mematok target agresif 2026 seraya merombak jajaran direksi dan komisaris. Emiten sawit itu, membidik produksi sawit Crude Palm Oil (CPO) melonjak 30 persen menjadi 181.687 ton dan Tandan Buah Segar (TBS) inti-plasma melesat 21 persen menjadi 579.926 ton.

Nah, dari sisi keuangan, PSGO membidik penjualan neto Rp2,99 triliun, surplus 17 persen dari anggaran 2025. Namun, laba bruto diproyeksi susut 4 persen menjadi Rp762 miliar, laba usaha turun 24 persen jadi Rp449 miliar, dan laba bersih diproyeksi terkoreksi 22 persen Rp344 miliar.

Untuk menopang ekspansi, PSGO menganggarkan belanja modal Rp449,84 miliar. Capex non-tanaman Rp251,97 miliar, dengan porsi terbesar untuk infrastruktur Rp74,75 miliar atau 30 persen, dan mesin Rp59,3 miliar atau 24 persen. Sementara capex tanaman Rp197,87 miliar, di mana 61 persen atau Rp120,52 miliar untuk penanaman baru.

Maksimalkan Efisiensi