PT Brantas Abipraya Garap Tanggul Laut di Jakarta Utara
:
0
PT Brantas Abipraya (Persero) kembali berperan dalam mendukung pembangunan infrastruktur dengan menggarap pembangunan tanggul laut di kawasan Jakarta Utara.
EmitenNews.com - PT Brantas Abipraya (Persero) kembali berperan dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional. Melalui proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), BUMN Konstruksi ini menggarap pembangunan tanggul laut di kawasan Jakarta Utara.
Adapun pekerjaan yang dilakukan mencakup pembangunan tanggul sepanjang 1,2 kilometer di Ancol dan 1,4 kilometer di Muara Angke.
Infrastruktur tersebut masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) dan diharapkan mampu memperkuat perlindungan ibu kota dari potensi banjir rob yang kerap mengancam wilayah pesisir.
Untuk mempercepat penyelesaian, Brantas Abipraya menerapkan teknologi pemancang inner boring yang memiliki kelebihan baik dari segi kuantitas dan kualitas.
"Pembangunan tanggul NCICD tidak hanya berfungsi sebagai pelindung pantai, tetapi juga sebagai wujud kesiapan Jakarta menghadapi tantangan iklim di masa depan. Brantas Abipraya memastikan pengerjaannya sesuai standar kualitas dan keamanan tertinggi," ujar Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.
Dian menambahkan, dengan menggunakan teknologi inner boring kualitas pondasi yang dimiliki menjadi lebih baik dan dapat menjamin kestabilan pondasi dalam jangka panjang, terutama di wilayah pesisir yang rentan settlement, sehingga mengurangi risiko penurunan tanah.
Keunggulan dari penggunaan alat pemancang inner boring diantaranya juga mengurangi risiko kerusakan bangunan maupun utilitas di sekitar area proyek, mampu menembus lapisan tanah lunak maupun keras tanpa merusak tiang, serta ramah lingkungan dan sosial.
Hal ini dikarenakan dampak kebisingan serta gangguan terhadap masyarakat dan ekosistem pesisir dapat diminimalkan.
"Teknologi ini mengadopsi sistem Nakabori dari Jepang, memungkinkan pengeboran di dalam tiang pancang sehingga mengurangi getaran, kebisingan, dan polusi dibandingkan metode konvensional," jelas Dian.(*)
Related News
Mau Investasi Kripto? Upbit Indonesia Bagikan 5 Langkah untuk Pemula
Sambut Direksi Baru BEI, HIPMI Dorong Peningkatan Kualitas Investor
Tidak ada Kenaikan Harga MinyaKita, HET Tetap Rp15.700 per Liter
BI Ungkap Sejumlah Intervensi yang Bawa Rupiah Menguat 0,76 Persen
BI Naikkan Lagi BI-Rate 25 Basis Poin Untuk Angkat Rupiah
Harga Emas Naik di Atas USD4.300 per Ons, Antam Turun Rp30.000





