PT Tiphone Mobile Indonesia (TELE) Akan Menawarkan Obligasi Berkelanjutan II Senilai Rp2 Triliun
EmitenNews - PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) akan menawarkan obligasi berkelanjutan II melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) senilai Rp2 triliun. Dalam rangka penawaran umum Obligasi Berkelanjutan II tersebut, perseroan rencananya akan menerbitkan dan menawarkan obligasi berkelanjutan II tahap I Tahun 2019 dengan nilai pokok sebanyak-banyaknya Rp500 miliar. Rencananya obligasi berkelanjutan II tahap I tahun 2019 akan diterbitkan dan ditawarkan kepada masyarakat dalam 3 seri, yakni seri A, seri B dan seri C. Perseroan dalam keterangan yang disampaikan ke BEI , Jumat, (11/2) menyebutkan, obligasi yang akan diterbitkan oleh perseroan ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan perseroan, baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak. Untuk pelaksanaan penerbitan dan penawaran obligasi berkelanjutan tahap I 2019 ini perseroan menggandeng PT Bahana Sekuritas dan PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi, dan PT Bank Bukopin Tbk sebagai wali amanatnya. Obligasi berkelanjutan II tahap I 2019 ini juga telah mendapatkan peringkat "BBB+" yang dikeluarkan oleh PT Pemeringkat Indonesia (Pefindo). Seluruh dana yang akan diperoleh dari penerbitan dan penawaran obligasi berkelanjutan II tahap I 2019 ini nantinya sekitar 50% atau Rp250 miliar akan digunakan untuk membayar sebagian hutang perseroan kepada Bank, dan 50% sisanya digunakan untuk modal kerja entitas anak yang akan disalurkan dalam bentuk pinjaman. Masa penawaran awal untuk obligasi berkelanjutan II tahap I 2019 ini akan dilaksanakan pada tanggal 11-24 Januari 2019. Perkiraan masa penawaran umum pada 1-4 Februari 2019 dan perkiraan pencatatan obligasi pada BEI yakni tanggal 8 Februari 2019.
Related News
Pasar Domestik Lesu Tapi Laba ICBP 2025 Gacor, Sinyal Guyur Dividen?
Defisit Lenyap Berkat Ini, BUMI Siap Tebar Dividen Perdana?
Bukan Cuma Andalkan Label Syariah, Dari Mana Sumber Laba BRIS Rp7,57T?
Dicoret Dari Proyek Strategis Nasional, Laba PANI Sumbernya Dari Mana?
Dikira Cuan Gede Berkat Lawson, Ternyata Alfamidi Untung Karena Ini!
Pasar Pulau Jawa Mulai Jenuh, Kok Bisa Laba Alfamart Naik 8,3 Persen?





