PTPP Pacu Divestasi Anak Usaha Demi Perbaikan Arus Kas
Ilustrasi PT PP (Persero) Tbk
EmitenNews.com - Manajemen PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mengungkapkan rencana percepatan divestasi kepemilikan saham pada sejumlah anak usaha sebagai bagian dari strategi perbaikan arus kas dan penguatan struktur keuangan perseroan.
Direktur Keuangan PTPP Agus Purbianto menegaskan seluruh proses divestasi akan dijalankan dengan melibatkan konsultan independen guna memastikan kesesuaian dengan prinsip bisnis dan tata kelola perusahaan yang baik.
“Perseroan berkomitmen untuk melakukan keterbukaan informasi terhadap pelaksanaan divestasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Agus dalam surat tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia, Rabu, 31 Desember 2025.
Saat ini, PTPP tengah mengejar penyelesaian divestasi atas dua anak usaha, yakni PT PP Infrastruktur (PPIN) dan PT Celebes Railway Indonesia (CRI), dengan total nilai transaksi mencapai Rp1,69 triliun. Sebelumnya, perseroan menargetkan proses divestasi tersebut rampung pada kuartal I 2026.
Untuk CRI yang mengelola jalur kereta api Makassar–Parepare, transaksi kini telah memasuki tahap penentuan pemenang, dengan nilai divestasi sebesar Rp282,1 miliar. Perseroan juga tengah merampungkan seluruh persyaratan administratif agar transaksi segera diselesaikan.
Sementara itu, pelepasan 81 persen saham PPIN kepada PT Varsha Zamindo Laksana senilai Rp1,41 triliun saat ini masih berada pada tahap pemenuhan kondisi pendahuluan (conditions precedent/CP) serta uji tuntas lanjutan.
Manajemen menegaskan pelepasan aset merupakan bagian dari strategi jangka menengah PTPP untuk memperkuat neraca dan memfokuskan bisnis inti. Ke depan, PTPP menargetkan pendapatan sebesar Rp16 triliun serta kontrak baru senilai Rp23,5 triliun pada 2026.
Related News
Sepanjang 2025, Waskita Karya (WSKT) Raih Kontrak Baru Rp12,52 Triliun
Rights Issue BAJA Disetujui, Mayoritas Dana untuk Lunasi Utang
Perluas Bisnis, BUAH Bidik Perdagangan Daging Ayam Olahan
Saham BSA Logistics Resmi Kantongi Status Efek Syariah
Bidik Sumber Revenue Baru, ROTI Ubah Limbah Jadi Tepung Pakan Ternak
IPO BSA (WBSA) Dibanderol Rp168 per Saham, Target Himpun Dana Rp302,4M





