IDXINDUST

 0.08%

IDXINFRA

 0.09%

IDXCYCLIC

 0.04%

MNC36

 0.37%

IDXSMC-LIQ

 0.78%

IDXHEALTH

 1.36%

IDXTRANS

 -0.15%

IDXENERGY

 0.75%

IDXMESBUMN

 0.59%

IDXQ30

 0.25%

IDXFINANCE

 -0.27%

I-GRADE

 0.39%

INFOBANK15

 0.54%

COMPOSITE

 -0.15%

IDXTECHNO

 -2.49%

IDXV30

 0.72%

ESGQKEHATI

 0.06%

IDXNONCYC

 -0.08%

Investor33

 0.22%

IDXSMC-COM

 0.18%

IDXBASIC

 -0.18%

IDXESGL

 -0.06%

DBX

 -0.45%

IDX30

 -0.14%

IDXG30

 0.18%

ESGSKEHATI

 0.05%

IDXSHAGROW

 0.79%

KOMPAS100

 -0.14%

PEFINDO25

 -0.19%

BISNIS-27

 0.25%

ISSI

 0.03%

MBX

 0.05%

IDXPROPERT

 0.11%

LQ45

 -0.11%

IDXBUMN20

 0.76%

IDXHIDIV20

 0.51%

JII

 0.21%

IDX80

 -0.14%

JII70

 0.17%

SRI-KEHATI

 0.22%

IDXLQ45LCL

 -0.17%

SMinfra18

 0.62%

KB Bukopin
Sinerco

Puasa Dividen, Saham Bank Jago (ARTO) Nyungsep Parah

17/05/2022, 06:15 WIB

Puasa Dividen, Saham Bank Jago (ARTO) Nyungsep Parah

EmitenNews.com - Bank Jago (ARTO) tidak membagi dividen edisi 2021. Keputusan itu, diambil dalam rapat umum pemegang saham tahunan pada 11 Mei 2022 lalu. Dengan hasil itu, pemegang saham harus bersabar untuk bisa menikmati dividen dari perseroan.


Gerak saham pionir bank digital itu, anjlok sejak awal tahun. Sejak Rabu (11/5), harga saham Bank Jago sudah turun ke bawah level psikologis Rp10 per lembar. Sepanjang tahun ini, harga saham bank Jago sempat mencapai level all time high di kisaran Rp19.500 per lembar.


So, scara year to date (ytd), nilai kapitalisasi pasar Bank Jago sudah terpangkas 45,31 persen. Pada perdagangan akhir pekan lalu, jejak saham Bank Jago nyungsep 6,9 persen alias menyentuh auto reject bawah (ARB) di level Rp8.750 per lembar. 


Sepanjang kuartal I-2022, membukukan laba bersih setelah pajak Rp19 miliar. Penyaluran kredit dan pembiayaan syariah Rp6,14 triliun, meningkat 376 persen dari periode sama tahun lalu Rp1,29 triliun. Jago Syariah berkontribusi dengan nilai pembiayaan Rp2,4 triliun.


Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross berada di level 1,5 persen, dan NPL net 0,4 persen. Pendapatan bunga dan pendapatan syariah naik 729 persen menjadi Rp347 miliar. Beban bunga dan beban syariah Rp31 miliar, naik 267 persen dari tahun sebelumnya. Jadi, pendapatan bunga bersih tercatat Rp316 miliar atau tumbuh 845 persen.


Jumlah nasabah funding mencapai 2,3 juta nasabah, tumbuh 71 persen dibanding akhir 2021 tercatat 1,4 juta nasabah. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 340 persen menjadi Rp4,21 triliun dibanding periode sama tahun sebelumnya. Current account savings account (CASA) meningkat 817 persen menjadi Rp2,29 triliun, deposito tumbuh 172 persen menjadi Rp1,92 triliun. Porsi CASA terhadap total DPK meningkat menjadi 54,4 persen, dan deposito turun menjadi 45,6 persen.


Bank Jago memiliki rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) kuat, yaitu 131 persen. Bank Jago mencatat total aset Rp12,82 triliun, menanjak 39 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. (*)



Author: J S