RAJA Milik Hapsoro ARB Beruntun Pasca ATH, Manajemen Beber Alasannya
:
0
Manajemen PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) saat gelaran Paparan Publik Tahunan dan Insidentil virtual RAJA, pada Senin, (27/10/2025).
EmitenNews.com - Saham PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA), emiten energi milik pengusaha Happy Hapsoro atau suami politisi dari Puan Maharani itu, mencatat reli cukup progresif sepanjang tahun terakhir ini.
Dalam paparannya, Manajemen RAJA, Aldila Ayudya Putri, menjelaskan bahwa lonjakan harga saham terjadi murni karena dinamika pasar dan sentimen positif terhadap sektor energi.
“Sejak awal tahun 2025 sampai dengan 24 Oktober 2025, pergerakan harga saham RAJA menunjukan fluktuasi yang dipengaruhi oleh sentimen investor, dinamika sektor energi serta persepsi pasar terhadap perkembangan bisnis perseroan,” ujarnya dalam Paparan Publik Tahunan dan Insidentil virtual RAJA, pada Senin, (27/10/2025).
Adapun, pada perdagangan hari ini (27/10), saham RAJA tercatat anjlok ke harga terendah harian atau auto-rejection bawah (ARB) sebesar 14,86%, turun 660 poin ke level Rp3.780 per saham.
Meski demikian, harga saham RAJA bila ditarik setahun ke belakang, harganya justru menunjukkan lonjakan setinggi 116% atau naik 2.030 poin, dari Rp1.750 pada (27/10/2024) menjadi Rp3.780 per saham pada intraday perdagangan Senin (27/10/2025).
Kenaikan tersebut juga terlihat dalam berbagai periode. Dalam sebulan terakhir, saham RAJA naik 46,55% atau 1.200 poin, dari Rp2.580 menjadi Rp3.780. Dalam tiga bulan terakhir (triwulan), sahamnya menguat 62,23% dari Rp2.330 pada akhir Juli 2025. Sementara sejak awal tahun berjalan (year-to-date), harga saham RAJA telah naik 38,97% atau 1.060 poin dari Rp2.720 di awal Januari 2025.
Reli agresif ini akhirnya mendorong Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan suspensi sementara terhadap saham RAJA pada 13 Oktober 2025, setelah sebelumnya harga sempat menembus Rp5.675 per saham pada 10 Oktober 2025, atau level tertingginya (All-Time High/ATH) sepanjang tahun ini.
Aldila menegaskan bahwa tidak ada aksi korporasi tersembunyi di balik lonjakan tersebut.
“Pergerakan harga saham sepenuhnya merupakan bagian dari dinamika perdagangan di pasar modal dan hingga tanggal paparan publik ini disampaikan, seluruh informasi material telah kami sampaikan secara lengkap dan tepat waktu kepada publik sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam pengumuman resmi 10 Oktober 2025 juga menjelaskan bahwa, suspensi saham RAJA diberlakukan untuk cooling down dan perlindungan investor.
Related News
MDTV Pede dengan TV Drama, Optimistis Bangkit 2026
DGNS Tuntaskan Private Placement, Raup Dana Rp7,97 Miliar
Wintermar (WINS) Siapkan 3 Aksi Korporasi Jelang RUPS
TOTL Tebar Dividen Rp375 Miliar, Cair 5 Juni 2026
Lautan Luas (LTLS) Bagi Dividen, Cek Besaran dan Jadwalnya
MABA Berencana Pailit Sukarela di Tengah Rencana Delisting





