EmitenNews.com - Charnic Capital (NICK) menambah koleksi saham Fuji Finance (FUJI). Itu dilakukan dengan menjala 2.344.400 saham perseroan. Akumulasi saham dalam tiga kali transaksi tersebut telah dipatenkan pada 4 Agustus 2026.

Pembelian 2,34 juta saham itu, dilakukan dengan kisaran harga Rp200-204. Dengan skema harga itu, Charnic harus mengeluarkan dana sekitar Rp471,43 juta. Rincian transaksi pembelian oleh Charnic yaitu, pertama menyerap 72.900 saham pada harga Rp204 senilai Rp14,87 juta.

Kedua, Charnic menyerok 1,13 juta helai dengan harga Rp202 sejumlah Rp228,26 juta. Terakhir, Charnic menggulung 1,14 juta lembar pada Rp200 sebesar Rp228,3 juta. Dengan penuntasan transaksi itu, koleksi saham FUJI dalam genggaman Charnic menjadi 104,66 juta helai atau 8,05 persen.

Melonjak sekitar 0,18 persen dari episode sebelum transaksi dengan tabulasi 102,32 juta eksemplar selevel dengan 7,87 persen. Transaksi itu, diklaim oleh manajemen Charnic sebagai alokasi pertofolio investasi. Bagaimana dengan rekam jejak kinerja keuangan Charnic paruh I 2026. 

Performa Keuangan Luruh

Enam bulan pertama 2026 itu, NICK boncos Rp9,07 miliar. Berbalik drop 113,28 persen dari episode sama tahun lalu dengan koleksi laba Rp68,25 miliar. Rugi investasi portofolio efek Rp33,94 miliar, longsor 152,45 persen dari fase sama tahun lalu dengan pendapatan usaha Rp64,71 miliar.    

Pendapatan sewa Rp2,97 miliar, melejit dari Rp1,02 miliar. Pendapatan dividen Rp1,23 miliar, susut dari Rp1,88 miliar. Penjualan barang dan servis Rp24,96 miliar dari nihil. Total rugi usaha Rp4,77 miliar, menciut dari periode sama tahun lalu dengan total pendapatan Rp67,62 miliar. 

Harga pokok penjualan boncos Rp10,84 miliar dari nihil. Rugi kotor Rp15,62 miliar, drop dari periode sama tahun lalu dengan tabulasi laba kotor Rp67,62 miliar. Total beban usaha Rp6,08 miliar, bengkak dari ssebelumnya Rp1,92 miliar. Beban terbesar dari penyusutan aset tetap, hak guna, dan properti investasi Rp3,86 miliar, bengkak dari Rp610,53 juta. 

Rugi usaha Rp21,7 miliar, berbalik dari laba Rp65,7 miliar. Pendapatan keuangan Rp2,28 miliar, melonjak dari Rp1,88 miliar. Beban keuangan Rp10,19 juta, bengkak dari episode sama tahun lalu Rp3,64 juta. Keuntungan selisih kurs Rp10,35 miliar, meroket dari sebelumnya Rp669,73 juta. Total pendapatan lain-lain Rp12,63 miliar dari Rp2,55 miliar. 

Total ekuitas terakumulasi Rp302,65 miliar, mengalami penyusutan dari akhir tahun sebelumnya Rp311,52 miliar. Jumlah liabilitas Rp29,99 miliar, bengkak parah dari edisi akhir 2025 senilai Rp2,91 miliar. Total aset Rp332,64 miliar, melejit dari periode akhir tahun lalu Rp314,43 miliar. (*)