Rapat SCPI Tidak Kuorum, Rencana Go Private dan Delisting Tersendat
:
0
Suasana kantor emiten farmasi Organon tampak tersorot sinar mentari pagi. FOTO - Dok SCPI
EmitenNews.com - Rencana go private dan delisting Organon Pharma Indonesia (SCPI) tersendat. Pasalnya, perseroan belum mengantongi restu investor. Rapat umum pemegang saham luar biasa pada 14 Juli 2026 tidak kuorom.
Forum tertinggi untuk mengambil keputusan tersebut hanya dihadiri 1,374 persen. Oleh karena itu, ajang tersebut tidak bisa dijadikan platform untuk meminta izin pemodal atas rencana go private dan delisting. ”Tidak bisa membahas agenda rapat karena kuorum kehadiran tidak terpenuhi,” tegas manajemen Organon.
Sejatinya, go private dan delisting dilatari fakta saham SCPI tidak lagi aktif diperdagangkan. Berdasar data pelaksanaan rapat umum pemegang saham perseroan tiga tahun terakhir, tingkat kehadiran dan partisipasi pemegang saham publik dalam rapat-rapat tersebut sangat rendah.
Melalui rencana itu, pemegang saham publik akan memperoleh kesempatan untuk menjual saham dengan harga premium dibanding harga historis saham SCPI. Saat ini, SCPI dapat membiayai kegiatan operasional, dan tidak ada kebutuhan untuk mencari dana dari masyarakat atau publik.
Rencana go private dan delisting sejalan dengan kebijakan global Grup Merck. Di mana, Grup Merck terus melakukan restrukturisasi grup secara global setelah melakukan merger dengan Schering-Plough pada 2009. Selain itu, pada 2021 telah dilakukan transaksi spin off pada tingkat pemegang saham SCPI.
Organon LLC sebagai pemegang saham utama dan pengendali dengan koleksi 3,55 juta lembar setara 98,8 persen saham SPCI, akan melakukan penawaran untuk membeli saham milik publik melalui penawaran tender sukarela alias voluntary tender offer (VTO) sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 54/POJK.04/2015.
Organon LLC akan menawar saham publik senilai Rp100 ribu per lembar. Tawaran harga itu, lebih tinggi sekitar 67.937 poin alias 211,88 persen dari penutupan perdagangan terakhir saat disuspensi pada 1 Februari 2023 di level Rp32.063 per lembar. Kalau ada investor tidak bersedia maka akan tetap menjadi pemegang saham SCPI sebagai perusahaan tertutup.
Laba Kuartal I 2026 Melejit
SCPI sepanjang tiga bulan pertama 2026 mencatat laba bersih Rp86,24 miliar. Surplus 6,14 persen dari episode sama tahun lalu Rp81,25 miliar. Laba per saham dasar dan dilusian menjadi Rp23,957 dari sebelumnya Rp22,571. Pendapatan bersih Rp863,8 miliar, susut dari Rp886,3 miliar.
Beban pokok pendapatan Rp748,84 miliar, berkurang dari Rp769,43 miliar. Laba kotor Rp114,96 miliar, turun dari sebelumnya Rp116,87 miliar. Beban umum dan administrasi Rp8,82 miliar, turun dari Rp9,49 miliar. Beban penjualan Rp4,04 miliar, berkurang dari Rp4,07 miliar.
Related News
Aset Gemuk, Laba ASDM Semester I Melejit 25 Persen
Agresif! Grup Emtek (SAME) Kembali Timbun Jutaan Saham JECX
MKNT Private Placement Jumbo, Investor Lawas Terdilusi 99,46 Persen
Semester I 2026, Laba Bersih BTN Melesat 40,8 Persen
Bukalapak (BUKA) Sudah Gunakan Semua Dana IPO, Total Rp21,325 Triliun
Smelter di Sumbawa Beroperasi, AMNT Bidik Produksi Naik 3 Kali Lipat





