MKNT Private Placement Jumbo, Investor Lawas Terdilusi 99,46 Persen
:
0
Ilustrasi para eksekuitif muda tengah berbincang serius mengenai bisnis ke depan. FOTO - Dok MKNT
EmitenNews.com - Mitra Komunikasi Nusantara (MKNT) merancang private placement maksimal Rp1,02 triliun. Itu dengan menerbitkan 1,02 triliun saham pada harga pelaksanaan Rp1 per lembar. Penerbitan saham seri B setara 99,46 persen dari jumlah saham ditempatkan, dan disetor tersebut dibalut nominal Rp1 per helai.
Private placement itu dilakukan dengan rincian sebagai berikut. Melalui konversi utang kepada Headwell Bintang Energi Hijau (HBEH), dan Mantra Capital Persadan (MCP) Rp822,92 miliar. Tepatnya, konversi utang HBEH Rp668 miliar, dan MCP sejumlah Rp154,92 miliar.
Melalui injeksi tunai MCP Rp1,56 miliar. Dan, injeksi tunai investor independen sebesar Rp200 miliar. Investor independen terdiri dari lima pihak. Yaitu Suripto, John Veter Firdaus, dan Antony Lesmana masing-masing Rp50 miliar. Lalu, Daniel Tejakusuma, dan Rossa Linna masing-masing Rp25 miliar.
Setoran tunai dari MCP akan digunakan untuk pelunasan pembelian saham Raja Udang Malingping (RUM). Kemudian, dana dari injeksi tunai investor independen akan digunakan untuk modal usaha RUM, dan Citra Baru Steel (CBS). Private placement dengan skema konversi untuk memperbaiki struktur permodalan.
Tersebab, posisi keuangan perseroan saat ini dalam kondisi ekuitas negatif. Dengan hajatan private placement itu, modal ditempatkan, dan disetor akan menjadi Rp1,02 triliun. Aksi korporasi itu, akan membuat investor lawas mengalami dilusi kepemilikan maksimum 99,46 persen.
Liabilitas akan menurun sebbesar Rp822,92 miliar, dan aset meningkat menjadi Rp201,56 miliar. Aksi itu, akan membuat peralihan pengendalian. HBEH akan menjadi pengendali baru dengan mengemas 668 miliar saham MKNT. Seluruh rangkaian transaksi akan dilakukan setelah mendapat izin investor dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada 24 Agustus 2026. (*)
Related News
Agresif! Grup Emtek (SAME) Kembali Timbun Jutaan Saham JECX
Rapat SCPI Tidak Kuorum, Rencana Go Private dan Delisting Tersendat
Semester I 2026, Laba Bersih BTN Melesat 40,8 Persen
Bukalapak (BUKA) Sudah Gunakan Semua Dana IPO, Total Rp21,325 Triliun
Smelter di Sumbawa Beroperasi, AMNT Bidik Produksi Naik 3 Kali Lipat
Telat Keluarkan Laporan Keuangan Juni 2026, NATO Beberkan Alasannya





