EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan kemarin melemah -0,50% atau turun -33,074 point di level 6.662,299. Sementara investor asing mencatatkan pembelian bersih alias net buy sebesar Rp802 miliar. 


Dengan adanya koreksi pada perdagangan kemarin, maka timbullah pertanyaan, cukup sampai di sini sajakah January Effect IHSG?


Liza Camelia Suryanata selaku Senior Analis Henan Putihrai Sekuritas dalam risetnya, Kamis (6/1/2022) mengungkapkan bahwa secara teknikal pergerakan IHSG masih akan berkutat pada range support di level 6600 hingga 6550. Adapun untuk resistance diperkirakan ada di 6735 hingga 6800. 


Tak bisa dipungkiri bahwa Resistance area 6735-6750 membuat IHSG nervous berada di ketinggian tersebut sehingga pilihan uji Support ke tumpukan MA di angka 6600 akan menjadi tujuan hari ini. Itupun jika market berbaik hati dalam artian tekanan jual tidak menjebol Support (yang harusnya) kuat tersebut bablas menuju Support berikut di lower channel trend Sideways ini pada angka 6550. 


'Para investor atau trader disarankan untuk Hold all position dan memperhatikan arah pergerakan IHSG lebih lanjut," tegas Liza.


Pilihan trading yang tersedia mungkin lebih banyak pada saham-saham second or third liner yang tidak berperan sebagai index mover. Hal ini berangkat dari pengamatan pergerakan LQ45 sendiri di mana dapat ditemukan kesamaan pelemahan trend yang berjalan seperti IHSG saat ini.  


Secara teknikal, LQ45 telah menjalani tes Support MA10 & 20 pada Low kemarin 939 , namun posisi Closing nya di bawah MA50 (945 jadi Resistance now) membuat keraguan apakah trend Sideways ini bahkan tak mampu lanjutkan penguatan menuju target jangka pendek 960-965. Terdapat probabilitas lebih besar malah kita harus lebih mengantisipasi pelemahan berlanjut untuk kembali uji Support sekitar 925. Rekomendasi Sell, Support: 939/925: Resistance : 945/960-965.


INKP Rekomendasi Speculative Buy, Entry Level: 8125; Target: 9000-9100-9250; Stoploss : 7875. 


PGAS Rekomendasi Speculative Buy , Entry Level: 1365; Target: 1430-1435; Stoploss: 1355.


HOKI Rekomendasi: Speculative Buy , Entry level :180-181: Average Up >183;Target:186-190/195-197; Stoploss : 178


ACST Rekomendasi: Buy on Break, Entry Level: 224; Target: 240 / 255; Stoploss : 212.


Secara global, beberapa sentimen yang dapat mempengaruhi IHSG adalah Bursa AS ditutup melemah pada Rabu (5/1) setelah The Fed merilis notulen rapat FOMC bulan Desember 2021. The Fed akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan setelah tapering berakhir pada Maret 2021. The Fed juga akan membahas rencana pengurangan neraca setelah menaikkan suku bunga. 


Imbal hasil obligasi treasury 10 tahun AS meningkat hingga menyentuh level 1,7%. Di sisi lain, lembaga ADP mencatatkan penambahan tenaga kerja sektor swasta sebesar 807 ribu di Desember 2021, melonjak hampir 2 kali lipat dari bulan sebelumnya. Bursa Eropa menguat didorong optimisme bahwa pandemi dapat berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. Harga minyak mentah masih stabil, dipengaruhi cadangan di AS yang terus menunjukkan penurunan.