EmitenNews.com - Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat realisasi investasi pada triwulan I 2026 sekitar Rp2,01 triliun. Anggaran sebesar itu, seperlima dari target investasi tahunan pada 2026 sebesar Rp10,48 triliun. Investasi ini sebagian besar ditopang oleh Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta.

Dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (2/5/2026), Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyebut investasi yang masuk DIY tidak hanya dari proyek strategis nasional (PSN), tetapi juga sektor lain. Di antaranya, perhotelan dan pertanian yang cenderung tumbuh lebih moderat.

“Ada investasi yang berkaitan dengan PSN juga iya. Ada juga yang diakomodasi, seperti perhotelan, pertanian, dan lain sebagainya,” kata Made Dwipanti Indrayanti, usai agenda Rakordal Triwulan I di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kamis (30/4/2026).

Capaian investasi saat ini sekaligus menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk terus mendorong peningkatan realisasi ke depan. Namun, arah kebijakan tetap harus memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan agar pembangunan tidak berdampak negatif dalam jangka panjang.

“Kalau bicara investasi Ngarso Dalem (Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono menyampaikan tetap memperhatikan daya dukung, daya tampung lingkungan. Jadi jangan sampai kemudian kita mengabaikan itu. Jadi istilahnya eksploitasi besar-besaran tapi nanti untuk keberlanjutan ke depan itu akan merugikan anak cucu kita,” katanya.

Pemprov DIY juga mencatat masih terdapat 16 dari 17 Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang ditawarkan kepada investor. Beberapa di antaranya seperti Glamping Ngrenehan, Krakal Resort, Gunungkidul Resort, hingga Industri Garmen KPI Candirejo. ***