EmitenNews.com - Penguatan IHSG diperkirakan lebih terbatas pada perdagangan Selasa (19/10). IHSG berpotensi menguji resistance level 6690, didorong oleh potensi berlanjutnya rebound harga saham-saham energi, terutama PTBA, UNTR dan HRUM di perdagangan hari ini.
"Meski dibayangi oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi (4.9% yoy di Q3-2021 vs 7.9% yoy di Q2-2021) dan produksi industri (3.1% yoy di September 2021 vs 5.3% yoy di Agustus 2021) di Tiongkok, namun keterbatasan pasokan dan peningkatan permintaan di beberapa negara selain Tiongkok dapat memicu rebound harga batubara," ulas analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan.
Dari dalam negeri, pelaku pasar mengantisipasi pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada Selasa (19/10). RDG BI diperkirakan kembali mempertahankan BI 7-day RR Rate pada level 3.50%, meski sinyal tapering oleh the Fed di akhir tahun ini semakin jelas.
"Kebijakan tersebut dapat menjadi katalis berlanjutnya rally penguatan saham-saham yang sensitif terhadap sukubunga, terutama bank dan properti & real estate," kata Valdy.
Karena itu saham-saham terkait seperti BBKP, BRIS, PWON dan BSDE dapat diperhatikan pada perdagangan hari ini.(fj)
Related News
Top Losers Sepekan, Eks Saham Gocap Dominasi! DADA hingga GOTO
10 Saham Top Gainers Sepekan, BSWD, CSMI hingga UVCR
DJP Tunjuk Enam Issuer Tarik PPN Digital Luar Negeri
IHSG Sepekan Melorot 3,28 Persen, Market Cap Bursa Turun Jadi Segini
Marak Lagi, Komdigi-Polri Usut Penyebaran Data Pribadi Ilegal Kementer
IHSG Pekan Kedua Oktober Masih Volatil, Mampu Tembus 6.000?





