Rencana Tapering Fed Seperti Perkiraan, IHSG Berpotensi Jajal Resistance 6.600
:
0
EmitenNews.com - Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat. Seperti yang diperkirakan The Fed akan mulai mengurangi program pembelian obligasi pada pertengahan bulan November seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi dari akibat pandemi.
The Fed menyatakan akan mulai mengurangi program pembelian obligasinya pada bulan November sebesar USD15 miliar pemangkasan per bulannya dari program USD120 miliar/bulan dan berencana akan mengakhiri pembelian obligasi tersebut pada tahun 2022. Namun The Fed masih optimis bahwa kenaikan inflasi hanya bersifat sementara dan mengindikasikan tidak akan menaikkan suku bunga segera.
The Fed menyatakan bahwa kesulitan pasokan global menambah risiko kenaikan inflasi sehingga perlu dilonggarkan untuk memberi peluang bagi penurunan inflasi. Indikator inflasi The Fed, PCE prices, meningkat dua kali lipat dari target The Fed sejak bulan Mei. Namun mereka menyatakan belum akan mengubah suku bunga dari kisaran mendekati nol saat ini sampai jelas bahwa inflasi tidak akan mereda dengan sendirinya.
IHSG pada perdagangan Rabu 3 November 2021 ditutup menguat 0,91% pada level 6552. Saham sektor teknologi membukukan kenaikan terbesar. Sedangkan saham sektor industri mengalami koreksi terbesar. Investor asing net buy Rp158,41 miliar.
Pada perdagangan hari ini Waterfront Sekuritas memprediksi IHSG akan bergerak pada kisaran support 6510/6480 dan resistance 6575/6600. Adapun saham yang dinominasikan adalah BBRI, BMRI, BBNI, KLBF, WIKA, ADHI, TLKM, dan ASII.(fj)
Related News
Medio 2026, COIN Berbalik Rugi 259,85 Persen
Anjlok 3,49 Persen, IHSG Dekati Level 5.000
IHSG Siang Mendadak Ambruk 2,64% ke 5.142, Asing Net Sell Nyaris Rp1T
Dorong Inovasi Bisnis Mahasiswa, ini Jawara BINUS Startup Vaganza 2026
Lanjut Rebound, IHSG Dibuka Melonjak 0,64 Persen ke 5.316
The Fed Tahan Suku Bunga, IHSG Lanjut Menguat





