RI-Korsel Jalin 10 Kerja Sama, Mineral Kritis, AI Hingga Energi Bersih
Presiden Prabowo Subianto bersama rekannya Presiden Republik Korsel Lee Jae Myung menyaksikan pertukaran nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) usai pertemuan bilateral di Blue House, Seoul, Rabu (1/3/2026). Dok. Sekretariat Negara.
EmitenNews.com - Indonesia-Korea Selatan menyepakati 10 kerja sama, mulai dari penanganan mineral kritis hingga kecerdasan buatan (AI). Presiden Prabowo Subianto bersama rekannya Presiden Republik Korsel Lee Jae Myung menyaksikan pertukaran nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) usai pertemuan bilateral di Blue House, Seoul, Rabu (1/3/2026).
Penukaran nota kesepahaman itu dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Rosan Roeslani.
Berikut daftar 10 kerja sama yang disepakati kedua negara RI-Korsel:
- MOU on Establishing the Special Comprehensive Strategic
- MOU on Economic Cooperation 2.0
- MOU on Cooperation in Critical Mineral Partnership
- MOU on Cooperation in Digital Development
- MOU on Cooperation on AI for Basic Health and Human Development
- MOU on Strengthening Cooperation in the Field of Clean Energy
- MOU on Cooperation in the Field of Carbon Capture and Storage (CCS)
- MOU on Cooperation in the Field of the Offshore Plant Service Industry
- MOU on Intellectual Property Protection and Enforcement Cooperation
- MoU on Financial Cooperation (Danantara-Exim Bank of Korea)
Ketika memulai pertemuan bilateral, kedua kepala negara sepakat untuk saling meningkatkan kerja sama di tengah situasi ketidakpastian global yang terjadi. Prabowo mengatakan, hubungan Korsel dan Indonesia sangat penting untuk mencapai kesejahteraan ekonomi bagi kedua negara. Sebab, Korsel memiliki kemajuan yang luar biasa dalam bidang industri, sains, dan teknologi.
"Kami memiliki banyak sumber daya, kami memiliki pasar yang besar, kita bisa saling melengkapi," kata Prabowo.
Prabowo juga melihat Indonesia dan Korsel dengan negara kekuatan menengah, dengan kekhawatiran yang sama. Indonesia-Korea Selatansama-sama membutuhkan stabilitas dan perdamaian. Namun, jika menginginkan perdamaian dan stabilitas kita juga harus memiliki keamanan dan pertahanan yang baik.
Di sisi lain, Lee juga menyinggung sumber daya Indonesia yang melimpah, seperti LNG dan batu bara. Karena itu, Presiden Lee menginginkan kedua negara bisa memperluas kerja sama dalam hal stabilitas energi.
"Kami merasa sangat yakin, mengetahui bahwa Indonesia menyediakan LNG dan batu bara dengan sangat stabil kepada Korea. Untuk meminimalkan dampak krisis terhadap ekonomi dan kehidupan masyarakat, kita perlu memperluas kerja sama antara kedua negara dalam stabilitas pasokan energi dan keamanan sumber daya," katanya.
Lee juga menyinggung Indonesia telah membuat Korsel mampu mengembangkan industri pertahanannya. Indonesia merupakan tujuan pertama investasi bagi perusahaan Korea dan mitra berharga yang telah membantu memungkinkan berkembangnya industri pertahanan Korea.
“Selain itu, kendaraan listrik pertama Indonesia diproduksi bersama dengan perusahaan Korea," kata Presiden Lee. ***
Related News
Jaga Defisit APBN di Bawah 3 Persen, Menkeu Purbaya Bilang Aman
Di Tengah Tekanan Global PMI Manufaktur Maret Masih di Zona Ekspansi
IKI Maret Melambat Dipicu Faktor Musiman
Harga Emas Antam Hari Ini Loncat Rp75.000 Per Gram
Menkeu Pastikan Sampai Akhir Tahun APBN Terkendali, Defisit Terjaga
Pemerintah Perketat Belanja, Diproyeksikan Hemat Rp20 Triliun





