EmitenNews.com — Tampilannya sederhana dan bicaranya pun apa adanya. Terpancar dari gesture tubuh dan wajahnya yang menggambarkan totalitas dalam melakukan setiap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Siapa sangka sosok tersebut adalah seorang Chief Executive Officer (CEO)  dari PT Mark Dynamic Indonesia Tbk. Adalah Ridwan Goh yang kini menjabat posisi Top Level dari emiten berkode saham MARK ini. Ridwan juga  menjadi salah satu CEO muda yang sukses membawa perusahaan yang dipimpinnya melesat like rocket.

Memang bicara tentang kesuksesan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) sebagai perusahaan cetakan sarung tangan dengan pangsa 40 persen dunia tak terlepas dari sentuhan magis sang nahkoda yaitu Ridwan Goh.


Ridwan bergabung dengan Mark Dynamic pada tahun 2008  atau setelah lima tahun  pabrik itu berdiri. Pria kelahiran tahun 1983 tersebut terbilang sukses sebagai CEO muda yang mendongkrak bisnis PT Mark Dynamics Tbk (MARK) hingga berhasil go international.

Ridwan merangkap sebagai CEO sekaligus direktur keuangan. Sebagai Direktur muda. Dia memiliki sentuhan khusus sehingga ekspor Mak dinamik melejit. Sebelum menjabat sebagai Direktur Ridwan menjabat sebagai marketing di Mark Dynamics Saat itu MARK hanya memiliki kapasitas produksi sekitar 40 ribu, dengan  target  yang dipatok oleh sang owner untuk ekspansi demi ekspor.


Ridwan menjelaskan karena dirinya berawal dari marketing maka jiwa marketingnya banyak memberikan value kepada pelanggan dimana permintaan itu naik terus dan demand juga naik terus, di tengah munculnya hal tersebut maka MARK memiliki kewajiban untuk meningkatkan kapasitas sehingga bisa dapat berkembang terus.

Ridwan menambahkan, treatment yang ia lakukan adalah bekerja dengan hati. Menurutnya jika kita melakukannya dengan sepenuh hati maka klien akan meresponnya dengan baik. Ia mencontohkan jika sebelum pandemi apabila terjadi komplain dari luar negeri jika siangnya ditelepon maka malam hari dia sudah harus berangkat ke luar negeri untuk menemui dan memberikan solusi terbaik untuk kepentingan bersama. “Ketika mereka ada masalah kita berusaha mencoba membantu dengan memberikan solusi terbaik pada prinsipnya kita selain berkolaborasi kita juga harus win-win. Dengan prinsip tersebut maka baik di mark Dynamic maupun customer harus sama-sama berkembang,” jelas Ridwan

Ridwan masih terus turun terjun langsung ke lapangan untuk menjalin komunikasi yang baik kepada para customer.  Dengan prinsip kerja all out, tidak menampik pria berperawakan tinggi ini bekerja full daya alias 24  Jam. Bahkan jika terjadi sesuatu masalah di pabrik pada waktu-waktu tertentu hingga jam 3 pagi dia akan terjun langsung ke pabrik untuk melakukan pengecekan.


Dalam menghadapi para karyawannya, Ridwan menegaskan semua tim harus memiliki satu visi misi yang sama jadi tujuan bekerja itu untuk mencapai target yang ditentukan oleh perusahaan. Ketika target sudah tercapai maka kesejahteraan semua akan direalisasikan, dengan prinsip itu maka jika ingin mendapatkan sesuatu yang lebih baik maka  harus mampu bekerja keras dengan secara maksimal dan tidak boleh skip proses. Karena memang proses itu sangatlah penting. Jadi tidak ada ceritanya shortcut

Menurutnya setiap hal tanpa kerja keras semuanya adalah nonsen. Untuk berkomunikasi yang efektig dengan   3000 karyawan Mark Dynamic,dirinya  mendelegasikan tim untuk mengontrol tugas ke bawah.  Namun kadang-kadang, lanjutnya kitaharus langsung turun ke bawah untuk mendengar apa yang menjadi keluhan atau apa yang ingin disampaikan oleh karyawan di level operator hingga yang paling mendasar. Dengan melakukan hal itu, kata Ridwan, sebagai CEO dirinya bisa melakukan verifikasi benar atau tidak apa yang dilaporkan kepadanya.

Yang jelas menurut Ridwa karyawan adalah aset penting dan harus dibuat suasana nyaman .untuk bekerja . Jadi bukan hanya di kasih target. Namun yang bisa diberikan kepada karyawan sehingga willingness itu sangatlah penting, sehingga mereka sendiri akan punya rasa memiliki atas perusahaan ini. Dan dia menekankan kepada karyawan bahwa apa yang dilakukan harus memiliki value atau nilai tambah. “Baik itu kepada customer, perusahaan, diri sendiri maupun keluarga sehingga kita tidak bekerja dengan sembarangan,” ujarnya