RSCH Bidik Target Pendapatan Rp93,4M, Siapkan Capex Rp7,6 Miliar
:
0
RS Charlie Hospital yang dikelola PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH). Foto: RSCH
EmitenNews.com - PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH) membidik target pendapatan sebesar Rp93,4 miliar untuk tahun 2026. Hal itu disokong strategi ekspansi layanan kesehatan spesialis dan diversifikasi pendapatan.
Direktur utama RSCH, Junianto mengatakan untuk mengantongi target pendapatan tersebut, perseroan telah mengalokasikan capex sekitar Rp7,6 miliar. Sementara untuk opex pada tahun 2026 perseroan memproyeksikan akan berada di kisaran Rp71,3 miliar.
“Perseroan telah menetapkan sejumlah target kinerja untuk tahun 2026 hingga 2028 sebagai bagian dari rencana pertumbuhan jangka menengah,” ujar Junianto dalam keterbukaan informasi, Jumat (19/6/2026).
Bahkan, untuk tahun 2027 dan seterusnya, perseroan juga menargetkan pertumbuhan EBITDA di kisaran 10 hingga 15 persen per tahun. Salah satu mesin pertumbuhan utama yang diandalkan adalah unit RS Charlie Hospital Demak yang baru beroperasi optimal melayani pasien BPJS pada tahun 2025 lalu.
Perseroan secara khusus mendorong peningkatan tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) di rumah sakit tersebut . Pada tahun 2027, BOR RS Charlie Hospital Demak diharapkan mampu tumbuh 15 persen hingga 20 persen.
"Kami menargetkan pada tahun 2028 tingkat BOR RS Charlie Hospital Demak dapat mencapai sekitar 80%, atau mendekati tingkat okupansi yang saat ini telah dicapai oleh RS Charlie Hospital Kendal," tutur Junianto.
Saat ini, pasien BPJS masih mendominasi operasional Perseroan, di mana sekitar 83% pasien merupakan peserta BPJS dan berkontribusi terhadap sekitar 70% dari total pendapatan.
Guna menjaga profitabilitas dan menekan risiko perubahan regulasi tarif pemerintah (INA-CBGs), proyeksi ke depan RSCH akan difokuskan pada penguatan kontribusi pendapatan dari sektor non-BPJS (pasien umum, asuransi swasta, dan kerja sama perusahaan).
“Dengan dukungan tersebut, Perseroan dapat memastikan kewajiban operasional, termasuk pembayaran gaji karyawan dan kebutuhan operasional lainnya, tetap dapat dipenuhi tepat waktu,” ungkap Junianto.
Related News
ADES Timbun Laba Rp2,43T, Kapan Giliran Investor Menikmati Dividen?
Emiten Raksasa Sawit Haji Isam Tebar Dividen Mini Rp6,5/Saham, Cek!
WINE Bidik Laba Tumbuh 2-5 Persen, Geber Perkuat Branding
MDKA Rombak Manajemen, Tiga Direktur Kompak Mundur Jelang RUPS
Jhonlin Agro Raya (JARR) Bagi-Bagi Dividen, Cair Juli 2026
Kemas Laba Q1-2026 Rp71M, Amar Bank (AMAR) Lanjut Tebar Dividen Rp110M





