EmitenNews - Fast Company, publikasi bisnis asal Amerika Serikat, setiap tahun merilis daftar 50 perusahaan paling inovatif di dunia. Tahun 2021 ini Ruangguru menjadi satu-satunya perusahaan asal Indonesia dan Asia Tenggara yang masuk ke dalam daftar tersebut.
Seperti daftar yang dirilis laman resmi Fast Company, startup edutech ini bertengger di peringkat 25 di seluruh kategori dan peringkat dua di sektor pendidikan. Peringkat pertama-kedua ditempati dua produsen vaksin terkemuka; Moderna dan Pfizer-BioNTech, disusul Shopify dan SpaceX di peringkat ketiga dan keempat.
Di bawahnya ada nama-nama terkenal seperti Netflix (7), Microsoft (9), NBA (13), dan Nike (17).
Ruangguru berhasil masuk ke dalam daftar ini karena berbagai inisiatifnya dalam membantu kegiatan belajar selama masa pandemi. Salah satunya lewat inisiatif Sekolah Online Ruangguru Gratis yang diluncurkan sejak penetapan kegiatan belajar secara daring pada Maret 2020 lalu.
"Maret 2020 lalu, kurang dari seminggu setelah Indonesia menutup sekolah bagi lebih dari 50 juta siswa, startup edutech yang berbasis di Jakarta, Ruangguru, meluncurkan sekolah online live streaming 18 saluran gratis," urai Fast Company.
Kreativitas Ruangguru membawanya ke deretan toko aplikasi terlaris berkat pendekatan perusahaan yang didesain melibatkan anak-anak, kemampuan guru mengajar di layar, animasi yang menyenangkan, cerita yang menarik dan jajak pendapat interaktif.
"Prestasi pelajar Indonesia tertinggal dibandingkan negara tetangganya di Asia, tetapi Ruangguru berusaha untuk mencegah agar pandemi ini tidak memperlebar kesenjangan tersebut. Merupakan tanggung jawab kami untuk selalu berinovasi,” kata salah satu pendiri dan CEO Ruangguru, Adamas Belva Syah Devara.
Belva yang namanya sempat jadi pembicaraan setelah Ruangguru mundur dari Program Kartu Prakerja, merasa terhormat menerima kepercayaan dan apresiasi dari dunia internasional. "Inovasi adalah bagian dari DNA kami di Ruangguru.
Ruangguru telah digunakan lebih dari 22 juta pelajar di Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Perusahaan rintisan ini menyediakan berbagai layanan belajar berbasis teknologi, seperti video belajar berlangganan, bimbingan belajar langsung, sistem tata kelola pembelajaran untuk sekolah, pelatihan soft skills online, dan aplikasi pelatihan untuk korporasi.(*)
Related News
Sempat Hancur Pada PD II, RDMP Balikpapan Kini Jadi Garda Depan Energi
Tahun 2026, Target Pemkot Malang Jaring Wisatawan 3,4 Juta Orang
Kian Diminati, Pelanggan Kereta Panoramic Tumbuh 38,6 Persen di 2025
Ternyata Bukan Real Madrid Klub Olahraga Termahal versi Forbes
Shinta Obong! Flexing Kesucian di Api Penuh Aesthetic Candi Prambanan
Libur Nataru, Pangandaran jadi Tujuan Wisata Favorit di Jabar





